Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengumpulan WGS untuk Cek Mutasi Covid-19 di RI Rendah, Ini Alasannya

Berdasarkan 2.000 Whole Genome Sequencing (WGS) yang dikumpulkan, sudah ada 65 kasus mutasi di seluruh Indonesia yang diperiksa di 17 lab tersebut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  16:57 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono / Youtube Setpres
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menjelaskan alasan mengapa sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung, Indonesia baru mengumpulkan 2.000 sampel untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS).

Sebagai catatan, WGS ini menjadi penting untuk mengetahui mutasi virus yang menyebar di Indonesia.

“Jadi sebenarnya semua kasus diuji, tapi kecepatan uji WGS ini terbatas. Dibutuhkan beberapa waktu untuk memaksimalisasi secara teknis pengujian tersebut, dan pengujiannya butuh 1-2 minggu, makanya secara keseluruhan baru 2.000 yang kita uji secara acak,” jelas Dante pada Dialog Produktif KPCPEN, Kamis (10/6/2021).

Dante juga menjelaskan bahwa selama ini, adanya varian-varian tersebut hanya menunjukkan model-model tertentu dari penyebaran saja.

“Varian yang ada tidak menunjukan menimbulkan keparahan, hanya menunjukkan kecepatan penyebaran kasus. Jadi memang kenapa baru 2.000 karena keterbatasan dan secara teknis membutuhkan waktu tertentu,” imbuhnya.

Untuk melakukan WGS, Dante menyebutkan di Indonesia baru ada 17 laboratorium. “Umumnya kita lakukan pengiriman 5 sampel secara acak dari tiap fasyankes sekitar lab dengan kriteria khusus misalnya CT nya rendah, ke 17 lab tersebut. Data tersebut dikompilasi dan kita lakukan analisis,” terangnya.

Sejauh ini, berdasarkan 2.000 WGS yang dikumpulkan, sudah ada 65 kasus mutasi di seluruh Indonesia yang diperiksa di 17 lab tersebut.

“Penularan yang terjadi secara masif dan cepat merupakan tolok ukur yang memperlihatkan adanya varian baru. Jadi varian tersebut perlu dideteksi, tapi lebih baik kita anggap varian itu ada daripada kita abai sehingga pendekatan yang lebih intensif bisa kita lakukan,” tegas Dante.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top