Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Waspadai Kemungkinan Serangan Terorisme dan Siber Saat Olimpiade Tokyo

Seperti diketahui, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo baru-baru ini mengalami kebocoran data lewat akses tidak sah ke alat berbagi informasi yang dikembangkan oleh Fujitsu.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  20:17 WIB
Cincin Olimpiade raksasa dipasang di area tepi laut di Tokyo, Jepang, dengan Jembatan Pelangi sebagai latar belakang./Antara - Reuters
Cincin Olimpiade raksasa dipasang di area tepi laut di Tokyo, Jepang, dengan Jembatan Pelangi sebagai latar belakang./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jepang mewaspadai aksi terorisme terhadap ajang bergengsi Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan belangsung dalam waktu dekat.

Menteri Kehakiman Kamikawa Yoko memerintahkan para kepala biro intelijen keamanan publik di seluruh Jepang untuk mengumpulkan informasi guna mengantisipasi aksi terorisme dan serangan siber di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Kamikawa Yoko menggelar pertemuan daring pada Senin (07/06/2021) menjelang pelaksanaan Olimpiade bulan depan.

Dia juga mengatakan serangan teror terjadi di seluruh dunia dan doktrin serta klaim yang dibuat oleh kelompok teroris internasional telah menyebar secara online.

Kamikawa mengatakan aktivitas jahat di ruang siber juga mengandung ancaman serius. Dia menambahkan bahwa Jepang harus memperketat keamanan karena Olimpiade Tokyo akan digelar dalam waktu dekat.

Dia juga meminta para kepala biro intelijen daerah dan pejabat lainnya bekerja sama dengan organisasi terkait di Jepang dan luar negeri untuk mengumpulkan serta menganalisis informasi.

Seperti diketahui, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo baru-baru ini mengalami kebocoran data lewat akses tidak sah ke alat berbagi informasi yang dikembangkan oleh Fujitsu.

Informasi yang bocor tersebut termasuk nama, jabatan dan afiliasi para peserta dari sekitar 90 organisasi, termasuk badan penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade, kementerian, serta pemerintah daerah yang menjadi tuan rumah tempat diselenggarakan pertandingan yang di dalamnya termasuk Tokyo dan Prefektur Fukushima, dan sponsor pertandingan.

Informasi pribadi bocor dari total sekitar 170 orang yang terlibat dalam manajemen keamanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top