Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Mau Kalah Start, PDIP Mulai Panaskan Mesin Politik di Daerah

Kader Banteng harus menyiapkan sejak dini dan tidak menganggap remeh dengan menganggap tahun 2024 masih lama.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  13:45 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. - Istimewa
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Meski pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) masih lama, sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin politiknya. Salah satu partai yang terus melakukan konsolidasi antara lain, PDI Perjuangan (PDIP).

Ketua DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) Kusnadi menegaskan, untuk menang hattrick di Pemilu serentak 2024 tidak bisa dilakukan secara instan. Tapi, kader Banteng harus menyiapkan sejak dini dan tidak menganggap remeh dengan menganggap tahun 2024 masih lama.

“Kita tidak bisa menang tiga kali berturut-turut, tapi disiapkan mendadak, ini gak bisa. Karena ada tantangan-tantangan di Pemilu serentak 2024. Kita harus siap, jangan merasa 2024 masih lama terus kita santai-santai, ini yang gak boleh,” katanya dikutip dari laman resmi PDIP,  Senin (7/6/2021).

Kusnadi juga mengajak struktur dan kader PDI Perjuangan untuk gotong royong bekerja keras mewujudkan apa yang menjadi amanah Kongres V PDI Perjuangan dan amanah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tersebut.

Menurutnya, menang tiga kali berturut-turut hasil Kongres V tersebut merupakan kesepakatan seluruh kader PDI Perjuangan se-Indonesia. Maka menjadi kewajiban seluruh kader Banteng untuk bekerja keras mewujudkannya.

“Kesepakatan kita bersama di kongres itu, untuk Pemilu 2024 PDI Perjuangan harus hattrick. Kita harus membuat sejarah dengan menang 3 kali berturut-turut, baik itu Pileg maupun Pilpres,” terang Kusnadi 

Ketua DPRD Provinsi Jatim ini juga mengatakan, ada syarat mutlak bagi PDI Perjuangan untuk bisa mencetak hattrick di Pemilu 2024, dan utamanya tidak bingung penentuan koalisi saat pilkada serentak di Jawa Timur, baik itu Pilkada Kabupaten/Kota dan Pilkada Jatim.

“Maka syarat mutlak supaya kita semua tidak bingung, maka PDI Perjuangan, seperti di Jember ini, harus mendapatkan minimal 20 persen suara, atau 10 kursi DPRD. Itu aja syaratnya, supaya kita tidak lagi bingung cari koalisi dan bisa maju sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, gerakan gotong royong yang dilakukan kader PDI Perjuangan di Jatim saat pemilu 2019 terbukti telah berhasil mengantarkan PDI Perjuangan meraih kemenangan pertama di provinsi ini sejak Pemilu 1999.

“Kusnadi bukan siapa-siapa, Itu semua bisa kita raih karena gotong royong kita bersama. Kalau tidak karena gotong royong, kita semua kita tidak menang di Pileg di Jatim, maka tidak mungkin seorang kusnadi menjadi Ketua DPRD Jatim,” tutupnya.

Selain Kusnadi, pada pelaksanaan Musancab serentak se-Kabupaten Jember ini dihadiri Sekretaris DPD Jatim, Sri Untari Bisowarno; Wakabid Ideologi dan Kaderisasi Daniel Rohi, Wakabid Pemenangan Pemilu Deny Wicaksono; Wakabid Penanggulangan Bencana Agus Wicaksono; Wakabid Industri, Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Hari Putri Lestari, dan Wakabid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Eddy Paripurna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip pemilu pilpres

Sumber : PDIP

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top