Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelar Operasi Laut Terpadu, Bea Cukai Lakukan 14 Penindakan Barang Ilegal

Dalam pelaksanaan Operasi JS I-II dan JW I tahun 2021, selama periode 18 Maret sampai dengan 18 Mei 2021, otoritas telah berhasil melakukan 14 kali penindakan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  20:20 WIB
Ditjen Bea Cukai Kemenkeu menggelar program penertiban impor berisiko tinggi. - Dok. Ditjen Bea Cukai
Ditjen Bea Cukai Kemenkeu menggelar program penertiban impor berisiko tinggi. - Dok. Ditjen Bea Cukai

Bisnis.com, JAKARTA – Bea Cukai melalui Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) telah menindak 14 upaya penyelundupan barang ilegal selama  menggelar operasi patroli laut dengan skema terpadu yang dilaksanakan secara serentak pada periode pada semester I tahun 2021. 

Operasi tersebut dikenal dengan sandi Operasi Patroli Laut Terpadu Bea Cukai Jaring Sriwijaya (JS) I dan II tahun 2021 dan Jaring Wallacea (JW) I tahun 2021dengan mengerahkan beberapa kantor Bea Cukai di seluruh wilayah perairan Indonesia.

Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Bahaduri Wijayanta mengungkapkan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, Operasi JS 2021 merupakan pelaksanaan patroli laut terpadu yang dilaksanakan oleh beberapa satker Bea Cukai lintas wilayah di perairan bagian barat Indonesia khususnya perairan Selat Malaka, pesisir timur Sumatera, Selat Singapura sampai dengan perairan Kalimantan Barat. 

Demikian juga dengan Operasi JW 2021 dilaksanakan guna mengamankan wilayah perairan Indonesia bagian timur mulai dari wilayah perairan Kalimantan Bagian Timur, Kalimantan Bagian Selatan, Sulawesi Bagian Utara, Sulawesi Bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku sampai dengan perairan Papua.

“Dalam pelaksanaan Operasi JS I-II dan JW I tahun 2021, selama periode 18 Maret sampai dengan 18 Mei 2021, petugas kami telah berhasil melakukan 14 kali penindakan,” ungkap Wijayanta.

Beberapa penindakan tersebut diantaranya adalah terhadap sarana pengangkut KLM Buana Utama bermuatan 100 ton rotan di perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat yang akan diselundupkan ke Malaysia serta penindakan terhadap sarana pengangkut KLM Tohor Jaya bermuatan 17kg narkotika jenis sabu dan 1.000 butir happy five yang dibungkus dalam kemasan teh China dan dimasukan ke dalam tabung gas, lokasi penindakan di perairan Pulau Burung, Riau.

Selain komoditas di atas, komoditas yang berhasil diamankan dalam pelaksanaan operasi tersebut antara lain baby lobster, tekstil, hasil hutan berupa kayu teki dan barang campuran lainnya.

Wijayanta menjelaskan, disamping   kegiatan   patroli   laut   yang   dilaksanakan   oleh   satker vertikal,  Bea Cukai  juga  menggelar  operasi  patroli  laut yang melibatkan  unsur  dari  Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya dengan menggelar patroli laut dengan skema operasi patroli laut terkoordinasi.

Salah satu operasi patroli laut terpadu yang telah dilaksanakan di tahun 2021 adalah  kegiatan  operasi  sinergi  patroli  laut  bersama  dengan  Polisi  Air  dan  Udara  (Polairud) Baharkam Polri. 

“Operasi-operasi   pengawasan laut   tersebut   merupakan   upaya   penjagaan perbatasan laut secara fiskal yang memiliki tujuan melindungi kekayaan dan hak negara dari ancaman penyelundupan barang-barang    ilegal dari    atau    keluar    negeri,” jelas Wijayanta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai papua

Sumber : Bea Cukai

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top