Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usut Suap Nurdin Abdullah, KPK Periksa Mahasiswa dan Wiraswasta

Pemeriksaan para saksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Nurdin Abudllah (NA).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  13:46 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah / Instagram
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah / Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut perkara suap yang menjerat Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah.

Untuk jtu, pada Jumat (21/5/2021), tim penyidik lembaga antirasuah mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.Mereka adalah dua orang wiraswasta bernama Andi Kemal Wahyudi dan Henny Dhiah Tau Rustiani, serta seorang Mahasiswa bernama Riski Anreani.

"Hari ini bertempat di Polres Maros, Tim Penyidik KPK mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka NA terkait penyidikan dugaan TPK Suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (21/5/2021).

Untuk diketahui, KPK saat ini masih melakukan penyidikan terhadap dua tersangka penerima suap kasus tersebut, yaitu Nurdin Abdullah (NA) dan Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin.

Sementara pemberi suap adalah kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK disebut peran Agung sebagai pemberi suap kepada Nurdin Abdullah. Bahkan terdakwa sudah dua kali memberikan uang kepada yang bersangkutan sejak awal tahun 2019 hingga awal Februari 2021.

Jumlah dana suap yang diterima, pertama dengan nilai 150 ribu dolar Singapura diberikan di Rumah Jabatan Gubernur Jalan Sungai Tangka awal tahun 2019, sedangkan untuk dana kedua, saat operasi tangkap tangan tim KPK senilai Rp2 miliar pada awal Februari tahun ini.

Dana tersebut diduga sebagai uang pelicin dalam hal pemenangan tender hingga pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pada beberapa kabupaten setempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Nurdin Abdullah
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top