Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Kemenag: Mayoritas Umat Patuhi Prokes Selama Ramadan

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemenag, 88,6 persen umat mengaku menaati prokes saat ke masjid.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  13:47 WIB
Sejumlah umat Islam menunaikan salat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Baiturrahman Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (5/6/2020). Masjid di daerah itu mulai menggelar ibadah shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat menjelang penerapan tatanan hidup normal baru di Provinsi Gorontalo. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin - wsj.
Sejumlah umat Islam menunaikan salat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Baiturrahman Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (5/6/2020). Masjid di daerah itu mulai menggelar ibadah shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat menjelang penerapan tatanan hidup normal baru di Provinsi Gorontalo. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Agama mengeluarkan hasil survei terkait kepatuhan umat beragama terhadap protokol kesehatan selama Ramadan.

Survei bertujuan memberikan gambaran mengenai kepatuhan masyarakat terhadap Surat Edaran Menag RI No SE 04/2021 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 H/2021.

Hasil survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak menghalangi mayoritas responden untuk berpuasa. Selain itu, 62,59 persen responden memilih salat tarawih di rumah.

Peneliti Madya pada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Akmal Salim menjelaskan bahwa 88,6 persen umat mengaku menaati prokes saat ke masjid.

Selanjutnya hasil survei mencatat 93,93 persen responden laki-laki melaksanakan salat Jumat di masjid dengan prokes, sementara 4,02 persen responden mengganti salat Jumat dengan salat zuhur.

“Dan hanya 0,08 persen yang ikut jumatan online,” kata Akmal dalam keterangan resmi, Kamis (6/5/2021).

Hasil survei juga menggambarkan bahwa mayoritas atau 92,64 persen responden berzakat dengan menitipkan pada BAZNAS/LAZ dan 91,28 persen setuju jika ZIS didayagunakan untuk masyarakat terdampak pandemi.

Sementara itu terkait perayaan Idulfitri, 94,18 persen responden mengaku akan ikut shalat Id di masjid atau lapangan, dan hanya 18,63 persen yang berencana akan mudik.

“Sementara itu, silaturahmi via VideoCall jadi pilihan 85,54 persen responden,” ujarnya.

Adapun, survei ini dilaksanakan oleh Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag secara daring dengan penyebaran angket pada 26 - 30 April 2021.

Sementara itu, teknik pengambilan sampel dalam survei ini menggunakan accidental sampling (non-inferensial). Survei berhasil menjaring 2.012 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Kondisi ini sebangun dengan komposisi muslim Indonesia. Sebanyak 48 persen responden berusia 26 - 55 tahun dan 34 persen usia 40 - 55 tahun, umumnya pengguna medsos.

“Responden yang 56 persen-nya laki-laki, umumnya berpendidikan baik dan telah bekerja. Sebanyak 50,65 persen mengaku bagian atau dekat dengan ormas NU, 18,64 persen Muhammadiyah, 5,37 persen ormas lainnya dan 25,35 persen mengaku tak berormas. Sebanyak 23,76 persen responden adalah pengurus masjid, dan lainnya umat biasa,” ungkapnya.

Rekomendasi

Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan merekomendasikan beberapa hal usai menjabarkan hasil survei. Pertama, Surat Edaran 04/2021 perlu lebih masif disosialisasikan. Penyuluh agama Islam dapat dioptimalkan menyosialisasikannya dan mengawal pelaksanaannya.

Kedua, masjid-masjid perlu difasilitasi perangkat prokesnya, seperti alat pengukur suhu tubuh (thermogun) dan disinfektasi, terutama masjid di ruang publik atau masjid transit. Ketiga, pengurus masjid agar mengangkat petugas khusus untuk mengawal penerapan prokes di masjid.

Keempat, ormas Islam agar secara sinergis membantu sosialisasi dan pelaksanaan kebijakan penanganan Covid-19. Terakhir, umat perlu terus diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun, dalam konteks ini, saat ibadat-bersama di masjid. 

"Singkat kata, kalau tidak bisa taati prokes, ibadah di rumah saja! Itu aman bagi Anda dan orang di lain di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag Covid-19 pandemi corona
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top