Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penarikan Pasukan AS Dimulai dari Afghanistan, Taliban Jadi Ancaman

Pejabat AS di lapangan mengatakan bahwa penarikan pasukan sedang dalam proses sebagaimana telah disepakati dengan Taliban pada tahun 2020.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  05:58 WIB
Ilustrasi - Iring-iringan kendaraan militer Amerika Serikat setelah penarikan pasukan dari Suriah utara melintas di pinggiran Dohuk, Irak, (21/10/2019)./Antara - Reuters/Ari Jalal\r\n
Ilustrasi - Iring-iringan kendaraan militer Amerika Serikat setelah penarikan pasukan dari Suriah utara melintas di pinggiran Dohuk, Irak, (21/10/2019)./Antara - Reuters/Ari Jalal\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat secara resmi mulai menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan kemarin sekaligus mengakhiri perang terpanjangnya selama 20 tahun. Penarikan ini juga menandai masa depan yang tidak pasti bagi sebuah negara yang berada dalam cengkeraman yang semakin kuat dari milisi Taliban.

Pejabat AS di lapangan mengatakan bahwa penarikan pasukan sedang dalam proses sebagaimana telah disepakati dengan Taliban pada tahun 2020.

Wilayah udara Kabul dan pangkalan udara Bagram di dekatnya terlihat sibuk dengan aktivitas helikopter AS karena penarikan pasukan. Pasukan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga melakukan penarikan pasukan yang berada di negara itu sejak tahun 2001.

Pasukan keamanan Afghanistan terlihat bersiaga tinggi untuk menjaga kemungkinan serangan seiring dengan mundurnya pasukan Amerika Serikat.

"Amerika secara resmi memulai penarikan mereka dari Afghanistan pada 1 Mei dan Taliban mungkin akan meningkatkan kekerasan," kata penjabat Menteri Dalam Negeri Hayatullah Hayat kepada komandan polisi seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (2/5).

Sedangkan penasihat Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, Hamdullah Mohib mengatakan bahwa Taliban "mungkin memilih perang" dalam upaya untuk merebut kekuasaan setelah pasukan AS sepenuhnya keluar. Akan tetapi tetapi pasukan keamanan siap untuk menghadapi para pejuang itu.

Kehadiran pasukan AS setelah 20 tahun di negara Asia tersebut diakhiri meskipun pertempuran berkecamuk di seluruh pedesaan tanpa adanya kesepakatan damai.

Hameed Hakimi dari Chatham House mengatakan kepada Al Jazeera bahwa proses penarikan telah mengubah kekosongan kekuasaan dan kekerasan di sekitar Kabul.

"Perhatian utama AS dalam pemahaman saya adalah bagaimana memastikan Taliban tidak menyerang mereka saat menarik diri sejak sekarang hingga September," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat perang taliban

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top