<p><strong>Bisnis.com</strong>, JAKARTA - Sekretaris Umum Front Pembela Islam <a href="https://www.bisnis.com/topic/24738/munarman" target="_blank" rel="noopener">Munarman</a> akhirnya ditangkap polisi.</p><p>Munarman ditangkap terkait kasus dugaan tindak pidana menginisiasi gerakan <a href="https://www.bisnis.com/topic/10460/terorisme" target="_blank" rel="noopener">terorisme</a> di Indonesia.</p><p>Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono mengatakan Munarman ditangkap Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.</p><p>Penangkapan Munarman berlangsung di Perumahan Modern Hills Cinangka-Pamulang, Tangerang Selatan.</p><p>"Benar, yang bersangkutan sudah ditangkap oleh Tim <a href="https://www.bisnis.com/topic/10666/densus-88" target="_blank" rel="noopener">Densus 88</a> Antiteror," tuturnya, Selasa (27/4/2021).</p><p>Menurut Argo, Munarman diduga menggerakkan orang lain, bermufakat jahat dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.</p><p>"Sudah dibawa ke Mabes Polri," kata Argo.</p><p>Jauh sebelum penangkapan atas dirinya, Munarman <span>menuding ada operasi besar-besaran untuk memberi label teroris ke FPI. </span></p><p><span>Hal itu disampaikan eks-pentolan Front Pembela Islam tersebut terkait penangkapan terduga teroris di Condet, Jakarta Timur. </span></p><p><span>Munarman menduga ada pihak yang sengaja melakukan framing dengan mengaitkan penangkapan terduga teroris di Condet dan FPI. </span></p><p><span>Framing tersebut, menurut Munarman, untuk melabelisasi organisasi yang didirikan Rizieq Shihab itu sebagai organisasi teroris. </span></p><p><span>"Ini ada operasi media besar-besaran dan sistematis, untuk penggalangan opini publik dalam rangka memframing, menstigma, dan melabelisasi saya mau pun FPI agar diteroriskan," ujar Munarman dalam video yang diperoleh Tempo, Selasa (30/3/2021). </span></p><p><span>Pernyataan mengenai framing FPI sebagai organisasi teroris itu disampaikan Munarman tak lama setelah polisi menangkap terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). </span></p><p><span>Munarman menuding tujuan dari framing tersebut agar segala tindak pembunuhan terhadap anggota FPI diwajarkan oleh masyarakat. </span></p><p><span>"Supaya kalau nanti saya mati ditembak di jalan, digerebek, orang bakal bilang "ya udah lah, dia teroris juga, ga apa-apa. Itu aja tujuan operasi media ini," kata kuasa hukum Rizieq Shihab itu. </span></p><p><span>Sementara itu, dalam pers release di Polda Metro Jaya terkait penangkapan terduga teroris di Condet dan Bekasi, penyidik membeberkan beberapa barang bukti. </span></p><p><span>Di jejeran barang bukti itu terlihat beberapa bilah pedang serta buku dan atribut FPI. Salah satu buku yang dihadirkan sebagai barang bukti berjudul "FPI Amar Ma\'ruf Nahi Munkar". </span></p><p><span>Selain itu, selembar baju bewarna hijau dan putih dengan tulisan Laskar Pembela Islam juga turut dihadirkan. </span></p><p><span>Terakhir, Tempo juga melihat dua buah kartu tanda identitas keikutsertaan di organisasi FPI dengan nama pemilik Husein Hasny. </span></p><p><span>Beberapa keping VCD hingga poster eks-Pimpinan FPI Rizieq Shihab juga disita sebagai barang bukti oleh polisi. </span></p><p><span>Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menyatakan seluruh barang bukti itu masih dalam pemeriksaan tim Densus 88 untuk melihat keterkaitan antara FPI dengan kelompok terduga teroris itu. </span></p><p><span>"Iya termasuk itu [penemuan atribut FPI], jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal, sedang didalami oleh Densus 88," ujar Fadil. </span></p>
Densus 88 Tangkap Munarman
Penangkapan Munarman berlangsung di Perumahan Modern Hills Cinangka-Pamulang, Tangerang Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Sholahuddin Al Ayyubi
Editor : Saeno