Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Suap Pajak, Angin Prayitno Aji Mangkir dari Panggilan KPK

Angin Prayitno Aji beralasan sakit sehingga dirinya tidak memenuhi panggilan tim penyidik lembaga antirasuah.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 22 April 2021  |  13:50 WIB
Suap pajak - Ilustrasi
Suap pajak - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji mangkir dari agenda pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Angin sedianya akan diperiksa dalam kasus suap yang diduga membelitnya. Namun pemeriksaan itu urung dilakukan karena dia ralasan sakit sehingga dirinya tidak memenuhi panggilan tim penyidik lembaga antirasuah.

"Minta jadwal ulang karena sakit," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (21/4/2021).

KPK mengagendakan ulang pemeriksaan Angin pada 28 April 2021 mendatang. Nama Angin sendiri tidak asing lantaran disebut-sebut merupakan tersangka dalam perkara ini.

KPK sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap pajak pada Ditjen Pajak. Dengan ada penyidikan itu, KPK telah menetapkan tersangka. Adapun nilai suap yang terjadi mencapai sekitar puluhan miliar rupiah. 

Pengumuman tersangka akan disampaikan saat tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan.

Diketahui, terdapat dua pejabat pajak yang diduga menerima suap terkait pengurusan pajak Dua pejabat pajak itu adalah mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Pajak kementerian keuangan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top