Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah Divaksin Dua Kali, Tapi Masih Kena Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Dokter Adam Prabata menjelaskan secara detail penyebab seseorang bisa tertular Covid-19 meskipun sudah divaksin dua kali.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 20 April 2021  |  14:08 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan secara langsung proses vaksinasi Covid/19 kepada ratusan seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pada Senin, 19 April 2021 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan secara langsung proses vaksinasi Covid/19 kepada ratusan seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pada Senin, 19 April 2021 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami, Atalia PR yang tertular virus Covid-19 membuat geger dunia maya. Pasalnya, Atalia diketahui sudah menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac beberapa hari lalu.

Warganet atau netizen lantas bertanya-tanya, Atalia sudah dua kali divaksin kok masih bisa kena Covid-19? Pertanyaan warganet tersebut dibalas oleh dokter Adam Prabata.

Melalui akun Instagram resmi miliknya @adamprabata, kandidat PhD Medical Science di Kobe University, Jepang tersebut menjelaskan secara detail penyebab seseorang bisa tertular Covid-19 meskipun sudah divaksin dua kali.

"Berita dan media sosial dalam 1 hari terakhir memberitakan mengenai tokoh publik yang terkena Covid-19 meskipun sudah divaksin 2 kali. Informasi tersebut membuat sebagian masyarakat panik dan mempertanyakan manfaat vaksinasi Covid-19," tulisnya melalui akun IG @adamprabata seperti dikutip, Selasa (20/4/2021).

Dia mengatakan vaksin Sinovac belum diketahui efektivitasnya untuk mencegah seseorang terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, belum ada bukti kemampuan vaksin Sinovac untuk mencegah seseorang dari terinfeksi Covid-19. Ini artinya, kata dia, orang yang telah mendapatkan vaksin Sinovac tetap berisiko terinfeksi Covid-19.

Meskipun dapat terinfeksi Covid-19, Adam menuturkan orang yang telah divaksin Sinovac memiliki risiko rendah untuk mengalami hal-hal berikut ini.

"Data pemerintah Chili pada awal 2021 menunjukkan vaksin Sinovac terbukti 67 persen mencegah Covid-19 bergejala, 85 persen mencegah rawat inap, 89 persen mencegah masuk ICU, dan 80 persen mencegah kematian," ujarnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika sudah menerima dua kali suntikan vaksin Sinovac?

Dokter Adam menegaskan protokol kesehatan wajib dilakukan semua orang, meskipun sudah divaksin Covid-19. Pasalnya, kata dia, kemampuan vaksin Sinovac untuk mencegah terjadinya infeksi belum diketahui secara pasti.

Bukan itu saja, kemampuan pencegahan vaksin terhadap Covid-19 bergejala tidak 100 persen.

"Melindungi diri agar tidak terinfeksi Covid-19 tetap menjadi prioritas. Protokol kesehatan harus dilakukan semaksimal mungkin. Meskipun Anda sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dua kali," tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top