Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Peringatkan AS: Jangan Main-Main Soal Taiwan!

Beijing mengingatkan agar hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan tidak dirusak.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 April 2021  |  11:22 WIB
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pertemuan 2012 di Gedung Putih -  Bloomberg
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pertemuan 2012 di Gedung Putih - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--China memperingatkan Amerika Serikat supaya "tidak bermain api" pada masalah Taiwan. Peringatan itu diungkapkan setelah Kementerian Luar Negeri AS melonggarkan pembatasan pertemuan antara pejabatnya dengan pejabat pulau yang diklaim Beijing sebagai miliknya tersebut.

Berbicara kepada wartawan kemarin waktu setempat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mendesak AS untuk segera menghentikan segala bentuk kontak resmi AS-Taiwan.

Dia meminta AS berhati-hati menangani masalah tersebut dan tidak mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan agar tidak melakukan tindakan subversif.

Dia juga mengingatkan agar hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan tidak dirusak.

Taiwan adalah masalah teritorial dan diplomatik paling sensitif China sekaligus menjadi sumber perselisihan reguler antara Washington dan Beijing, yang tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk membawa pulau yang diperintah secara demokratis itu di bawah kendalinya.

Komentar lijian muncul setelah AS memutuskan pada Jumat lalu untuk memperdalam hubungan dengan Taiwan. Langkah itu menunjukkan kesediaan Presiden Joe Biden untuk meresmikan dukungan AS yang semakin kuat untuk pulau itu.

Pada saat AS mengupayakan hubungan yang lebih dekat dengan Taiwan, China telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar pulau itu dalam beberapa bulan terakhir. Pada Senin lalu China mengerahkan armada tempur terbesar yang dilaporkan hingga saat ini.

Sebanyak 25 pesawat angkatan udara China, termasuk jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir dikerahkan memasuki zona pertahanan udara Taiwan.

China di masa lalu mengatakan misi semacam itu adalah untuk melindungi kedaulatan negara dan menangani "kolusi" antara Taipei dan Washington.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Minggu bahwa AS prihatin tentang tindakan agresif China terhadap Taiwan dan memperingatkan hal itu akan menjadi "kesalahan serius" bagi siapa pun yang mencoba mengubah status quo di Pasifik barat dengan cara paksa.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan beberapa hari sebelum berakhirnya masa kepresidenan mantan Presiden Donald Trump pada bulan Januari bahwa dia mencabut pembatasan kontak antara pejabat AS dan mitra Taiwan mereka.

AS adalah pendukung internasional terpenting dan pemasok senjata Taiwan dan diwajibkan oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979 untuk menyediakan sarana bagi pulau itu untuk mempertahankan diri.

China yakin AS berkolusi dengan Taiwan untuk menantang Beijing dan mendukung mereka yang ingin pulau itu mendeklarasikan kemerdekaan secara resmi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top