Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ancaman China Meningkat, AS Minta Filipina Waspada

Amerika Serikat mengusulkan beberapa langkah untuk memperdalam kerja sama pertahanan antara kedua negara, termasuk meningkatkan kesadaran dari ancaman di Laut China Selatan,
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 April 2021  |  07:32 WIB
Aktivitas kapal milik China di sekitar pulau karang Laut China Selatan. - Reuters
Aktivitas kapal milik China di sekitar pulau karang Laut China Selatan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat mengajak Filipina untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman China di Laut China Selatan.

Peningkatan ancaman China terjadi setelah kapal bersenjata negeri tirai bambu itu mengejar kapal sipil Filipina dan kemunculan kapal ikan China di perairan Whitsun Reef.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS Lloyd J. Austin kepada Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana lewat sambungan telepon.

Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (12/4/2021), Austin mengusulkan beberapa langkah untuk memperdalam kerja sama pertahanan antara kedua negara, termasuk meningkatkan kesadaran dari ancaman di Laut China Selatan, menurut pembacaan resmi AS. Kedua pejabat berjanji untuk tetap berhubungan dekat.

Panggilan telepon itu dilakukan setelah laporan bahwa kapal angkatan laut China bersenjata mengejar kapal sipil yang membawa awak media Filipina pekan lalu.

Namun, China mengatakan tindakan tersebut normal dan sah, serta menyebut pemerintahnya menjaga komunikasi yang erat dengan Filipina. Filipina mengecam hal tersebut dan tengah melakukan investigasi.

Penyiar lokal ABS-CBN mengatakan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat mengerahkan dua kapal yang membawa rudal untuk mengusir kapal Filipina saat melakukan perjalanan melintasi terumbu karang dan beting dekat dengan provinsi pulau Palawan di Filipina barat.

Laporan itu menambahkan bahwa itu adalah kejadian pertama antara manuver militer terhadap kapal sipil.

Sebelumnya, pembahasan yang sama juga dilakukan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin. AS khawatir tentang kemunculan milisi maritim China di perairan sengketa, termasuk Whitsun Reef.

Ketegangan antara China dan Filipina meningkat dimulai ketika ratusan kapal ikan China terlihat di Whitsun Reef sehingga memicu protes dari Manila.

AS menyebutnya sebagai tindakan yang mengintimidasi, memprovokasi, dan mengancam negara lain. Sementara China berkilah mengatakan bahwa kapal-kapal itu hanya berlindung dari angin dan meminta Filipina melihat situasi secara rasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat laut china selatan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top