Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Kembali Masukkan 7 Perusahaan China dalam Daftar Hitam

Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS telah memblokir sejumlah perusahaan China termasuk WeChat, Xioami, dan AliPay.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 09 April 2021  |  10:56 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. - Antara/Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat kembali memasukkan 7 perusahaan China ke dalam daftar hitam dengan tuduhan membangun supercomputer untuk membantu militer Negeri Panda. 

Langkah ini merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden, membuat perusahaan China semakin sulit untuk mengakses teknologi Paman Sam tersebut.

Ketujuh perusahaan tersebut antara lain Tianjin Phytium Information Technology, Shanghai High-Performance Integrated Circuit Design Center, Sunway Microelectronics, dan National Supercomputing Center.

Dengan adanya keputusan ini, perusahaan-perusahaan AS tidak akan bisa mengekspor teknologi ke perusahaan China tersebut tanpa izin khusus.

Keputusan Biden tersebut sekaligus mengharuskan ketujuh perusahaan China tersebut mengantongi lisensi untuk mengakses teknologi AS, termasuk infrastruktur cip yang didesain Intel dan produsen AS lainnya.

Dilansir dari BBC, Jumat (9/4/2021), Departemen Perdagangan AS menuduh ketujuh perusahaan tersebut terlibat dari upaya militer China dalam membangun supercomputer dan memfasilitasi program untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.

Tak hanya itu, 7 perusahaan itu disebut AS merupakan pemain utama dalam pembangunan supercomputer di China dan menjadi bagian dari rencana Beijing untuk memenuhi kebutuhan cip.

Sekretaris Departemen Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan administrasi Biden akan melakukan segala cara untuk mencegah China memanfaatkan teknologinya dalam mendukung upaya modernisasi militer negara tersebut.

Aturan itu melarang perusahaan AS untuk menawarkan teknologinya ke perusahaan China, tetapi tidak melarang produk-produk yang diproduksi di luar AS.

Keputusan semacam ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh AS. Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS telah memblokir sejumlah perusahaan China termasuk WeChat, Xioami, dan AliPay.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat

Sumber : BBC.com

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top