Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nekat Mudik Lebaran? Ini Akibatnya!

saat ini angka kematian masih cukup tinggi dan mengkhawatirkan kendati jumlah kasus menunjukkan kecenderungan penurunan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 07 April 2021  |  12:02 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar.  - ANTARA
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan mengenai larangan mudik Lebaran 2021. Meski begitu, sebagian masyarakat diprediksi tetap memaksakan diri untuk mudik dan melanggar aturan tersebut.

Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Iwan Ariawan mengatakan bahwa ada sejumlah dampak yang mungkin terjadi bila masyarakat tidak mematuhi kebijakan pemerintah dan tetap nekat mudik Lebaran tahun ini.

"Dampaknya yang bisa ditimbulkan adalah jumlah kasus [Covid-19] akan naik, kemudian angka transmisinya akan naik," katanya dalam diskusi daring, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, akan sangat disayangkan bila masyarakat tetap memaksakan diri untuk mudik. Pasalnya, berdasarkan data saat ini, laporan kasus positif cenderung menurun. Artinya, transmisinya juga menuju ke arah perbaikan.

"Sangat disayangkan kalau [angka transmisinya] ini nanti naik lagi, enggak menuju terkendali malah menjauhi terkendali. Padahal kan kita ingin pandemi ini cepat terkendali sehingga semua kegiatan sosial ekonomi dapat berlangsung dengan lebih aman dan lebih enak ya," ungkapnya.

Selain itu, Iwan yang juga seorang ahli biostatistik itu menambahkan bahwa saat ini angka kematian masih cukup tinggi dan mengkhawatirkan kendati jumlah kasus menunjukkan kecenderungan penurunan.

“Kalau mudik itu kan banyak ketemu dengan anggota keluarga yang lebih tua. Nah, mereka itu kan berisiko untuk menjadi kasus berat dan terinfeksi dan meninggal dan itu yang kita khawatirkan. Nanti kebutuhan rumah sakit dan meninggal akan meningkat kalau terjadi pergerakan penduduk yang masif dan kalau kita tidak cegah [mudik] itu," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menuturkan bahwa kementerian sebenarnya enggan memberi sanksi kepada masyarakat yang tetap memaksakan diri untuk mudik Lebaran tahun ini.

Menurutnya, dengan pandemi Covid-19 yang sudah berusia satu tahun lebih, seharusnya masyarakat sudah paham betul apa dampak yang mungkin terjadi bila terus ada pergerakan yang masif.

"Tentu kita juga tidak ingin memberlakukan sanksi ini kepada terlalu banyak orang. Harapannya di awal ini [masyarakat] sudah menyadari konsekuensi apabila tetap melakukan mudik, bisa dari aspek kesehatan yaitu punya potensi penularan dan sebagainya maupun konsekuensi terhadap diri mereka sendiri," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top