Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Mau Kalah dengan Korsel, Indonesia Juga Punya Potensi di Bidang Ekonomi Kreatif

Pameran virtual keanakeragaman budaya Indonesia melalui pagelaran Fashion Show karya Samuel Wattimena bertajuk 'An Exotic Journey to Nusantara', turut menegaskan bahwa Indonesia mampu menjadi salah satu penyumbang iklim ekonomi kreatif yang besar buat dunia.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  18:36 WIB
Samuel Wattimena - Asteria Desi Kartika Sari
Samuel Wattimena - Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi mengungkap Indonesia sebenarnya memiliki potensi ekonomi kreatif besar, seperti Korea Selatan yang kini telah berkontribusi signifikan kepada budaya popular global.

Hal ini diungkapnya dalam acara pameran virtual keanakeragaman budaya Indonesia melalui pagelaran Fashion Show karya Samuel Wattimena bertajuk 'An Exotic Journey to Nusantara', Sabtu (27/3/2021).

"Indonesia memiliki potensi superpower, karena memiliki dua aset utama: keanekaragaman budaya dan energi dari para bakat muda. Saya yakin kolaborasi antara Indonesia dan Korsel akan berkontribusi signifikan kepada promosi ekonomi kreatif di tingkat global. Akan menciptakan lapangan kerja untuk bakat muda di kedua negara," ungkapnya.

Kegiatan ini juga berupaya mempromosikan kolaborasi antara Indonesia dan Korsel di bidang ekonomi kreatif dan ingin mempromosikan hubungan budaya lebih dekat antara dua negara.

Seperti diketahui, Korsel kini menjadi superpower global dalam mengekspor ekonomi kreatif dan memasarkan produk kebudayaan.

Oleh sebab itu, harapannya upaya ini bisa membuka kesempatan baru untuk meningkatkan kesejahteraan melalui UMKM di desa dan kota di dua negara.

Hal ini akan berkontribusi kepada munculnya partnership strategis antara Indonesia dengan Korsel, dan akan berkontribusi mempromosikan tahun 2021 sebagai tahun ekonomi kreatif internasional global untuk pembangunan berkesinambungan seperti dinyatakan PBB.

Adapun, perancang mode yang fokus pada kain nusantara, Samuel Wattimena yakin produk lokal Indonesia bisa mendunia.

Samuel mengisahkan sejak memulai karir sebagai perancang busana di tahun 1979 pun, tidak begitu lama kemudian ia langsung bisa merasakan 'panggung dunia'.

Misalnya, pada tahun 80-an, Samuel menceritakan keberangkatannya ke Tokyo untuk mengikuti World Pop Song Festival. Dan keberangkatannya itu tidak lain karena karyanya dilirik sebelumnya yang berani mengangkat tema kebudayaan Indonesia. 

"Saya membuat kostum dan kostum yang dipakai oleh mereka itu memenangkan penampilan terbaik di Budokan [arena musik sangat terkenal di Jepang]," kata pria yang akrab disapa Sammy ini.

Menurut Sammy, sebagai perancang busana yang selama ini sudah puluhan tahun menggeluti kain atau wastra nusatara, mengatakan bahwa produk atau karya lokal Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju.

Buktinya, saat ini dirinya bersama The Palace merancang perhiasan yang tentunya banyak mengangkat kearifan lokal. Karya-karyanya pun ditampilkan pada pagelaran virtual ini.

"Kita Indonesia, seniman, kreator-kreator bangsa ini, kan kita sudah berhubungan dengan dunia global. Kita memiliki kekayaan yang begitu besar. Nah, kekayaan ini yang saya sebut lokal. Lokal ini kalau kita kelola dengan baik, lokal ini adalah global," kata Sammy yang pernah mendapat penghargaan dari negara yakni Upakarti lewat jasanya membina Wastra Nusantara.

Sammy mengakui dirinya memang tidak mengerti secara teknis seperti cara memproduksi cincin ataupun kalung. Tapi lewat kolaborasi, kesulitan pun mampu dilewati.

Menurutnya, dengan kolaborasi inilah, kebudayaan nusantara yang begitu beragam dan kaya, bisa dipegang menjadi karakter sebuah karya anak bangsa dan menjadi identitas kuat bangsa Indonesia.

"Istilah saya, lokal is the new global. Kenapa kutipan ini menjadi penting, salah satunya menurut saya untuk memberikan percaya diri kepada seniman di berbagai daerah kepada generasi muda untuk menggunakan apa yang kamu miliki secara lokal. Karena kekayaan lokal, kalau kamu mau, kita kelola dengan benar itu adalah kekuatan kita di dunia global," kata Sammy.

Turut hadir, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang memberikan keynote speech untuk mengingatkan pemuda Tanah Air bahwa 2021 adalah tahunnya ekonomi kreatif bangkit.

Mega berharap generasi muda terus mengedepankan karya dan membuktikan bahwa buatan negeri sendiri adalah yang terbaik di dunia.

"Mulai tahun 2021 ini yang merupakan tahun Ekonomi Kreatif, menuju tahun 2045, yaitu Peringatan Satu Abad Kemerdekaan Indonesia, saya dorong generasi muda untuk kedepankan karya dan buktikan ke dunia bahwa Made in Indonesia adalah karya terbaik. Jangan takut berkreasi," ujar Megawati.

Hal ini patut didorong karena selama beberapa tahun terakhir, komunitas internasional memang mengakui bahwa Indonesia bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat adalah Top 3 Countries yang memiliki kontribusi ekonomi kreatif terbesar bagi perekonomian nasional.

Megawati lantas menyinggung soal keberadaan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI. Para pelaku ekonomi kreatif diminta agar memperhatikan ini. Perangkat hukum berupa Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta pasal 40 ayat 1 sudah mengaturnya.

Perlindungan mencakup motif kontemporer yang bersifat inovatif, masa kini dan bukan tradisional. Karya-karya tersebut dilindungi karena bernilai seni, baik dalam kaitannya dengan gambar, corak maupun komposisi warna.

Karenanya, Megawati mengingatkan agar pelaku ekonomi kreatif mendaftarkan ciptaannya sebagai hak cipta, indikasi geografis atau kekayaan intelektual komunal.

"Saudara-saudara para pengrajin, jangan sampai karya-karya tersebut lalu diklaim oleh pihak asing hanya karena keteledoran kita untuk memahami hukum," jelas Megawati.

Dia memberi contoh, di bulan Februari 2020, ada kabar gembira dari pemerintah daerah Bali yang mencanangkan perlindungan kekayaan intelektual komunal untuk Tenun Endek dalam rangka kerjasama dengan rumah mode terkemuka di Paris.

"Sektor ekonomi kreatif yang dahulu secara ekonomi memiliki arti kecil dan bersifat sampingan, sekarang telah berubah. Ekonomi kreatif menunjukkan potensinya menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh, dan mampu menjadi salah satu penyangga perekonomian nasional. Ekonomi kreatif adalah nilai yang tercipta dari suatu ide," kata Megawati.

Salah satunya industri fesyen yang kini terus berkembang. Sebagai bukti, berdasarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bahwa sub sektor fesyen berkontribusi besar dalam PDB ekonomi kreatif Indonesia yang mencapai 41,4 persen. Lebih tinggi dari kuliner dan kriya yang berkontribusi di bawah 20 persen.

Dia lantas mengingatkan, bahwa jika bicara fesyen Indonesia maka tentu berkaitan dengan wastra atau kain tradisional yang berkaitan dengan sejarah.

Menurutnya, wastra nusantara setiap helai benang dan bubuhan motifnya adalah karya yang memiliki ciri khas, simbol, warna, ukuran, hingga material yang digunakan dari hulu hingga ke hilir dan dipengaruhi dipengaruhi kultur sosial masyarakat Indonesia, seperti sistem pengetahuan, budaya, lingkungan, kepercayaan, dan lambang strata sosial.

"Indonesia memiliki teknik wastra atau kain tradisional terlengkap di dunia, dan nenek moyang kita berhasil membuatnya menjadi identitas nusantara, seperti batik, songket, sulam, ikat, tapis, dan lainnya, banyak banyak lainnya," ungkap Megawati.

Megawati menyadari arus global tidak terhindarkan. Namun, dengan karakter kuat sebagai bangsa, Indonesia dapat menjaga kebudayaan Nusantara, kebudayaan Indonesia.

"Seperti yang kita lihat saat ini, bagaimana kekayaan wastra Nusantara tidak kehilangan ciri khas dan karakternya. Meski dalam perjalanannya terpengaruh sentuhan budaya lain, justru itulah yang menambah kekayaan wastra Nusantara sebagai satu wadah percampuran kebudayaan dunia," tutupnya.

Turut hadir pula sejumlah tokoh kenamaan dari dunia fesyel asal negeri Gingseng itu seperti Kyung ran- Choi serta Sohn Kyung - shik selaku petinggi CJ Group.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Kpop
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top