Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nawal El Saadawi, Penulis Feminis Tersohor Mesir Meninggal Dunia

Nawal El Saadawi, pujangga, feminis, aktivis, dokter dan psikiater terkenal dari Mesir, dikabarkan meninggal dunia pada usia 89 tahun.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  07:59 WIB
Tangkapan layar dari sebuah video wawancara dengan Nawal El Saadawi - Twitter/@Mahdouch_m
Tangkapan layar dari sebuah video wawancara dengan Nawal El Saadawi - Twitter/@Mahdouch_m

Bisnis.com, JAKARTA - Pujangga dan aktivis feminisme asal Mesir, Nawal El Saadawi dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (21/3/2021) waktu setempat.

Surat kabar pemerintah Al-Ahram melaporkan pada Minggu, seperti dilansir CNN International, sosok yang juga merupakan seorang dokter dan psikiater itu berpulang pada usia 89 tahun.

El Saadawi dikenal sebagai pembela hak-hak perempuan dan berjuang keras melawan maraknya praktik mutasi alat kelamin perempuan (female genital mutation).

Dia dipenjara dan dianiaya serta menerima ancaman dari kaum konservatif sepanjang hidupnya karena pandangannya yang berani.

El Saadawi merupakan pendiri dan presiden asosiasi solidaritas wanita Arab (the Arab Women's Solidarity Association) dan salah satu pendiri asosiasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (Arab Association for Human Rights). Pada 1981, dia mendirikan majalah feminis bernama Al-Moawgaha yang diterjemahkan menjadi konfrontasi.

Buku El Saadawi yang paling populer adalah Women & Sex dan Memoirs from a Women's Prison. Buku pertama itu dilarang di Mesir selama hampir dua dekade dan setelah diterbitkan, El Saadawi kehilangan pekerjaannya sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan di Mesir.

"Perempuan tidak bisa dibebaskan dalam masyarakat kelas atau masyarakat patriarkal yang didominasi laki-laki. Inilah mengapa kita harus menyingkirkan, melawan penindasan kelas, penindasan gender, dan penindasan agama," kata El Saadawi kepada CNN dalam sebuah wawancara pada 2011. "Kita tidak bisa bicara tentang revolusi tanpa perempuan, "katanya.

Sejumlah aktivis global terkemuka pun mengungkapkan dukacita atas kabar berpulangnya El Saadawi melalui media sosial.

"Kehilangan yang menyedihkan bagi wilayah kami, dunia kami," kata novelis Turki dan aktivis hak-hak perempuan, Elif Shafak, dalam sebuah unggahannya di Teitter. "Beristirahatlah dalam damai, istirahat dalam keabadian, persaudaraan dan sastra," tulisnya lebih lanjut.

Penulis kelahiran Mesir Mona Eltahawy mengutip novel El Saadawi Woman at Point Zero. "Saya mengatakan kebenaran. Dan kebenaran itu buas dan berbahaya," tulisnya.

"Feminis Mesir Nawal El Saadawi telah meninggal. Sampai saya mengumpulkan pikiran saya: istirahatlah dalam keabadian, Nawal," tambahnya dalam tweet.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mesir penulis
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top