Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diprotes, Aturan Pekerja Asing di Korsel Wajib Tes Corona Akan Dicabut

Langkah itu diambil setelah protes bermunculan dan memicu keluhan dari kalangan kedutaan asing, juga sorotan soal hak asasi manusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2021  |  07:45 WIB
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara

Bisnis.com, SEOUL — Otoritas di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, akan mencabut ketentuan kontroversial yang mewajibkan semua pekerja asing menjalani tes virus corona.

Langkah itu diambil setelah protes bermunculan dan memicu keluhan dari kalangan kedutaan asing, juga sorotan soal hak asasi manusia.

Kantor pusat untuk pengendalian pandemi negara itu mengatakan bahwa mereka telah meminta pihak berwenang Kota Seoul untuk mencabut perintah tersebut dan meningkatkan kebijakan soal tes Covid guna menghindarkan diskriminasi atau pelanggaran hak.

"Permintaan itu untuk mencegah upaya anti-Covid-19 menyebabkan diskriminasi atau pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga negara dan warga negara asing," kata kantor pusat itu melalui pernyataan.

Namun, otoritas kota masih merekomendasikan agar tes Covid-19 dilakukan pada pekerja asing maupun Korea Selatan di tempat-tempat kerja yang "berisiko tinggi".

Pencabutan aturan itu terjadi saat Komisi Nasional HAM membenarkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki apakah kebijakan beberapa pemerintah daerah—soal semua pekerja asing harus menjalani tes virus corona—adalah tindakan yang diskriminatif.

Seoul dan provinsi di sekitarnya, Gyeonggi, termasuk di antara pemerintah daerah yang memerintahkan tes semacam itu hingga dihujani kritik oleh kalangan anggota parlemen Korea Selatan, pejabat universitas, dan duta besar asing.

Gyeonggi, yang memberlakukan aturan itu hingga Senin, mengatakan telah mencabut persyaratan terpisah soal orang asing yang direkrut untuk suatu pekerjaan harus menunjukkan hasil negatif tes Covid-19.

Para pejabat kesehatan sebelumnya membela kewajiban tes itu. Mereka beralasan aturan seperti itu perlu diterapkan untuk menghindarkan lonjakan infeksi virus corona di antara penduduk asing.

Mereka juga mengatakan bahwa aturan tersebut tidak diskriminatif karena tes juga telah diwajibkan bagi orang-orang yang terkait dengan wabah di gereja, kelab malam, dan tempat lainnya.

Pada Jumat (19/3/2021), Kedutaan Besar Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan keprihatinan kepada pihak berwenang. Kedubes AS juga mendesak semua warga negaranya diperlakukan secara adil dan setara.

Komnas HAM, yang independen, telah melakukan penyelidikan setelah beberapa keluhan muncul, salah satunya seperti yang diutarakan oleh duta besar Inggris. Dubes Inggris mengatakan aturan itu "tidak adil, tidak proporsional, juga kemungkinan tidak efektif".

Ketua Komnas HAM Choi Young-ae mengatakan bahwa dirinya khawatir bahwa kebijakan tersebut dapat menimbulkan diskriminasi, terutama melalui penggunaan bahasa yang merendahkan pekerja yang tidak berdokumen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Covid-19

Sumber : Reuters/Antara

Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top