Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Bank Bukopin, Eks Bos Bosowa Sadikin Aksa Dicecar 53 Pertanyaan

Ada 53 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepolisian kepada keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  11:22 WIB
Kasus Bank Bukopin, Eks Bos Bosowa Sadikin Aksa Dicecar 53 Pertanyaan
nDirektur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) didampingi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Sadikin Aksa (tengah) dan perwakilan Formula E Operation Nuno Fernandez, menyampaikan keterangan pers tentang penyelenggaraan balap mobil Formula E di Jakarta, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO - Aditya P
Bisnis.com, JAKARTA -- Penyidik 
Bareskrim mencecar eks Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa mengenai alasan tidak dijalankannya perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK atas perkara Bank Bukopin. 
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengatakan bahwa Sadikin diperiksa selama 10 jam dan setidaknya ada 53 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepolisian kepada keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.
"Jadi total ada 53 pertanyaan yang ditanyakan tim penyidik kepada yang bersangkutan dengan tebal berkas sebanyak 28 halaman," tuturnya, Jumat (19/3/2021).
Argo mengatakan bahwa semua pertanyaan tim penyidik itu sudah dijawab oleh tersangka yang didampingi penasihat hukumnya di Bareskrim Polri. 
"Pemeriksaan berjalan dengan lancar. Lalu selama pemeriksaan, tersangka didampingi tim penasehat hukum dari kantor Erga Lawyers," katanya.
Adapun pihak kepolisian menjelaskan posisi perkara tindak pidana itu terjadi pada bulan Mei 2018, di mana PT Bank Bukopin Tbk telah ditetapkan sebagai bank yang masuk pengawasan intensif OJK karena masalah likuiditas. Kemudian, kondisi tersebut memburuk memasuki bulan Januari-Juli 2020.
Untuk menyelamatkan Bank Bukopin, kata Helmy, OJK mengeluarkan kebijakan antara lain memberi perintah tertulis kepada Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor: SR-28/D.03/2020 ter tanggal 9 Juli 2020.
Surat itu berisi perintah pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (TA) dari PT BRI untuk menghadiri dan menggunakan hak suara di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RSPSLB) PT Bank Bukopin dengan batas waktu pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.
"Kendati demikian, PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," ujarnya.
Selanjutnya, dalam proses penyelidikan, ditemukan fakta hukum bahwa Sadikin Aksa mundur sebagai Direktur Utama pada 23 Juli 2020, padahal surat dari OJK sudah terbit sebelum Sadikin Aksa mundur dari perusahaan tersebut.
"Pada tanggal 24 Juli 2020, SA masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, namun tidak memberikan informasi soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo," tuturnya.
Selanjutnya, menurut Helmy, Sadikin Aksa pada tanggal 27 Juli 2020 juga mengirimkan foto Surat Kuasa melalui aplikasi whatsaap kepada Dirut Bank Bukopin dengan mencantumkan jabatannya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo.
Atas perbuatannya, tersangka Sadikin Aksa dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK bareskrim bosowa
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top