Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB Serahkan Bantuan Rp2,3 M untuk Penanganan Covid-19 di Kalbar

Penyerahan dukungan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  15:15 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid/19 Letjen TNI Doni Monardo / Istimewa
Ketua Satgas Penanganan Covid/19 Letjen TNI Doni Monardo / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan dukungan senilai Rp2,3 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) guna percepatan penanganan Covid-19.

Penyerahan dukungan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Adapun perincian bantuan yang diserahkan meliputi PCR Mbiocov sebanyak 5.000 tes, RNA Intron sebanyak 5.000 tes, Rapid Test Antigen sebanyak 10.000 tes, dan masker kain sebanyak 50.000 lembar.

“Harapannya semoga pandemi dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 di Kalbar lebih dapat ditangani secara maksimal. Sehingga upaya penanganan Covid-19 dapat lebih maksimal,” ujar Doni melalui keterangan resmi BNPB, Kamis (18/3/2021).

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi disebutkan bahwa Provinsi Kalbar termasuk dalam wilayah yang memiliki angka kasus terendah di seluruh Indonesia pada satu bulan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut berubah pada bulan ini dan mengalami kenaikan secara signifikan.

Berdasarkan data Satgas, Provinsi Kalbar pada bulan Februari memiliki angka kesembuhan hingga mendekati 98 persen dan angka kematian 0,62 persen atau jauh di bawah angka rata-rata nasional yang saat ini berada di posisi 2,70 persen.

Menurut laporan yang diterima Doni, adanya penambahan kasus tersebut diprediksi dari aktivitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang keluar masuk wilayah Indonesia melalui darat tanpa menerapkan protokol kesehatan serta tidak mematuhi aturan SE Nomor 8 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

“Meningkatnya kasus aktif (Covid-19) di Kalbar yang diprediksi dan diduga itu berasal dari PMI yang kembali dari negara tetangga,” jelas Doni

Dengan adanya indikasi tersebut, maka Doni segera meminta agar wilayah perbatasan juga diperketat dengan menerapkan apa yang telah diatur dalam SE Nomor 8 Tahun 2021 tersebut.

Selain itu, dia juga meminta agar segenap komponen yang ada di wilayah Kalbar segera melakukan upaya kolaboratif dalam menjalankan operasinya, melalui komando dan koordinator dari Pangdam XII/Tanjungpura selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalbar Khusus Perbatasan melalui permintaan Gubernur Kalbar Sutarmidji, dibantu unsur Forkopimda setempat dan instansi serta lembaga terkait.

“Kita ingin agar apa yang telah diraih oleh Provinsi Kalbar ini bisa kita pertahankan. Oleh karenanya peningkatan kasus ini harus segera carikan solusinya dengan berkolaborasi,” tutup Doni.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbar Virus Corona Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top