Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isolasi Mandiri, Beranilah untuk Tegas!

Bagi yang terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang atau yang memiliki relasi kental dalam keluarga, isolasi bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  12:29 WIB
Ilustrasi - Canberra Times
Ilustrasi - Canberra Times

Bisnis.com, JAKARTA – Vonis menderita Covid-19 membuat Anda harus memasuki dunia baru. Adan jadi harus melakukan isolasi diri, terpisah dari orang lain.

Bagi Anda yang terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang atau yang memiliki relasi kental dalam keluarga, atau memiliki hewan peliharaan yang “selalu nempel” jika berdekatan, kondisi ini bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.

Tapi, mau tidak mau, inilah saatnya Anda harus berani tegas memisahkan diri dari orang lain dan hewan yang Anda sayangi.

Dikutip dari laman Washington State Department of Health, berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan.  

Untuk bisa memisahkan diri  dari orang lain dan hewan di rumah Anda, sebisa mungkin tinggal lah di ruangan tertentu jauh dari orang lain. Gunakan kamar mandi terpisah jika tersedia.

Batasi kontak dengan hewan peliharaan dan hewan lain. Jika memungkinkan, mintalah orang lain merawat mereka.

Jika Anda terpaksa harus merawat hewan kesayangan, karena tidak orang lain yang bisa membantu, jangan lupa kenakan penutup wajah.

Cuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan kesayangan Anda.

Memang sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan memiliki peran besar dalam penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19,  ke manusia.

Data yang ada, dan masih terbatas, menyebutkan risiko penularan Covid-19 dari hewan ke manusia tergolong rendah.

Tapi, yang perlu dicatat, Covid-19 bisa menular dari manusia ke hewan. Karena itu, seseorang yang dicurigai atau terkonfirmasi Covid-19 sebaiknya menghindari kontak dengan binatang, termasuk dengan hewan peliharaan mereka.

Sejumlah kasus, meski tidak banyak, menunjukkan adanya kucing dan anjing yang dilaporkan terinfeksi, kebanyakan setelah melakukan kontak dekat dengan orang yang menderita Covid-19.

Hewan yang terinfeksi akan sakit atau bisa juga tidak menunjukkan gejala apa pun. Sementara, hewan yang sakit kebanyakan menderita gejala sedang dan segera pulih.

Jadi, jika Anda tak ingin orang lain di rumah Anda atau hewan kesayangan terinfeksi Covid-19 bertindaklah tegas. Jauhkan diri Anda dari mereka. Lakukan isolasi sebagai bagian dari adaptasi mengatasi kondisi yang terjadi.

Lantas, berapa lama Anda harus menjalani isolasi? Untuk kasus di Amerika Serikat, seperti tertulis di situs  Washington State Department of Health, Anda bisa menghentikan masa isolasi jika menemukan sejumlah indikasi.

Jika menjalani isolasi di rumah, Anda bisa menghentikan masa isolasi saat sudah bebas demam setidaknya selama 24 jam tanpa menggunakan obat penurun demam, dan gejala Anda menjadi lebih baik, dan setidaknya 10 hari telah berlalu sejak gejala Anda pertama kali muncul.

Untuk kasus di Indonesia, keputusan menghentikan isolasi biasanya setelah penderita dinyatakan negatif Covid-19 ditambah isolasi beberapa hari sebelum bisa kembali menjalani kehidupan normal baru.

Kehidupan normal baru di sini yakni dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menegakan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, serta menjaga jarak).

Lantas bagaimana jika Anda dinyatakan positif Covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun, kapan masa isolasi dapat dihentikan.

Setidaknya 10 hari setelah berlalu sejak tanggal tes Covid -19 positif pertama Anda dan Anda belum sakit karena Covid-19.

Hal yang sama berlaku di Indonesia. Waktu isolasi mandiri minimal 10 hari pertama dari hasil positif Covid-19.

Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan, hal-hal di atas tetap perlu penegasan dari dokter. Jangan sekali pun Anda memutuskan untuk mengakhiri masa isolasi tanpa persetujuan dokter atau tenaga kesehatan, ya.

Jangan lupa, walaupun Anda yang menderita, tapi Anda tidak lebih tahu dari dokter atau tenaga kesehatan soal penanganan terhadap penderita Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top