Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Andi Arief Minta Jokowi Bertindak soal KLB 'Ilegal' Demokrat

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief mendesak pemerintah untuk segera bertindak menghentikan KLB di Sumatra Utara.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  09:32 WIB
Andi Arief Minta Jokowi Bertindak soal KLB 'Ilegal' Demokrat
Andi Arief - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief membeberkan nama-nama yang bakal hadir pada kongres luar biasa (KLB) yang diduga digelar untuk melengserkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi mengatakan bahwa KLB digelar di Hotel The Hill, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara. Dia juga menyebut Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) Moeldoko akan hadir pada KLB tersebut.

Dia pun mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai melakukan pembiaran terhadap upaya Moeldoko dan segelintir mantan kader menggelar KLB. Namun, dia menyatakan bahwa KLB yang digelar itu ilegal, karena tidak memiliki izin dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pemerintah lakukan pembiaran jika KLB ilegal terjadi. Pak Jokowi harusnya bisa bertindak, terlalu lembek bela demokrasi. Soal etika hargai mantan Presiden (SBY) yang lakukan kebenaran juga beku hatinya. Jangan salahkan jika mantan Presiden demonstrasi di Istana dengan standar prokes," kata Andi melalui akun Twitter @AndiArief_ID, Jumat (5/3/2021).

Andi juga menegaskan dirinya mendapatkan informasi bahwa mantan kader Demokrat Marzuki Alie sudah sampai di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara untuk menghadiri KLB.

Selain itu, dia menyatakan ratusan kader Demokrat akan ke Bandara Kualanamu untuk menyambut Moeldoko dan memintanya kembali ke Jakarta.

"Ratusan kader demokrat akan ke Bandara Kualanamu sambut Pak Moeldoko dan meminta dia pulang ke Jakarta. 3 kemungkinan , pertama batal berangkat karena ketahuan. Kedua on schedule. Ketiga mengubah jam penerbangan. Kami sudah berupaya keras menghalangi langkah para kader ini," ujarnya.

Sebelumnya, dia juga menyinggung sikap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang hanya diam saja dengan upaya kudeta yang dilakukan Moeldoko.

"Prof @mohmahfudmd diam terhadap kudeta pak Moeldoko dan segelintir mantan kader. Syarat KLB harus ada izin ketua majelis tinggi pak SBY. Puluhan kader malam ini menginap di kediaman SBY menjaga beliau dan Ketum AHY, takut keselamatannya terancam. Pak Moeldoko gunakan jurus nekad," cuitnya, Kamis (4/3/2021).

Sebelumnya, melalui keterangan video Andi Arief mengabarkan bahwa akun Twitternya @Andiarief_ telah diretas dan dikuasai oleh pihak lain. Dia pun akhirnya menggunakan akun baru yaitu @AndiArief_ID.

"Saya ingin mengabarkan bahwa setengah jam yang lalu, Twitter saya di-hack diambil orang. Sekarang sudah pindah tangan," ujarnya.

Dia mengatakan cuitannya dalam tiga hingga empat hari belakangan juga hilang. Adapun, cuitan-cuitan itu menyangkut KLB yang digelar oleh segelintir pihak.

"Saya menduga ini dilakukan oleh Kakak Pembina. Saya protes kepada pihak Twitter Indonesia untuk segera mengembalikan [akun] kepada saya, karena ini pasti ada kerja sama antara Twitter Indonesia dengan Kakak Pembina," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Melalui akun Twitternya, @Andiarief_, Kamis (4/3/2021), Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat itu mengaku mendapatkan informasi dari timnya bahwa Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan sejumlah kader partai tersebut bakal melakukan kudeta.

"Temuan tim kami terjadi di Hotel The Hill di Sibolangit Kab Deli Serdang," demikian unggahnya di akun Twitternya pada Kamis (4/3/2021) siang hari.

Andi Arief juga mengunggah sebuah daftar tamu dari luar kota untuk agenda tersebut. Sejumlah nama yang termuat antara lain Kepala KSP Moeldoko, Nazaruddin, Marzuki Alie dan Max Sopacua.

"Setelah Kami Cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazarudin, Marzuki Ali, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua dan lain-lainnya," demikian tulis Andi Arief di Twitter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby partai demokrat Andi Arief
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top