Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warganet Sebut Susi Pudjiastuti Nyinyir setelah Komentar Banjir Jakarta di Twitter

Anies Baswedan menyebut banjir di Jalan Sudirman pada Sabtu (20/2/2021), akibat luapan Kali Krukut karena menampung air dari Kota Depok, Jawa Barat.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  14:24 WIB
Susi Pudjiastuti di sela-sela kunjungannya meninjau korban bencana gempa bumi dan tsunami, serta memantau posko bantuan KKP, di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). - Istimewa
Susi Pudjiastuti di sela-sela kunjungannya meninjau korban bencana gempa bumi dan tsunami, serta memantau posko bantuan KKP, di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Warganet menyebut eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti nyinyir setelah mencuit perihal banjir yang melanda Ibu Kota RI, Kota Jakarta.

Dipantau di akun Twitter @susipudjiastuti pada Senin (22/1/2021), akun @Zeynab46 membalas cuitan Susi dengan mengatakan, bahwa Susi nyinyir dan mengingatkan perihal usia.

“Nyinyir tok kerjaannya bu. Ingat umur atuh,” cuitnya.

Adapun, respons tersebut muncul setelah Susi mencuit beberapa kalimat yang seakan-akan menyindir banjir yang melanda Ibu Kota dalam sepekan terakhir.

Terbaru, banjir melanda Kota Jakarta dalam tiga hari berturut-turut, dari Jumat (19/2/2021) hingga Minggu (21/2/2021).

Adapun cuitan Susi itu adalah:

“Banjir yang salah air.”

 “Panas yang salah Matahari.”

“Bokek yang salah uang.”

“Saya bingung? Ke laut saja!”

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut banjir di Jalan Sudirman pada Sabtu (20/2/2021), akibat luapan Kali Krukut karena menampung air dari Kota Depok, Jawa Barat.

Luapan kali itu juga membanjiri Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, serta Jalan Tendean, Jakarta Selatan.

 "Luapan Kali Krukut ini ditengarai menampung pertambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok, Jawa Barat," kata Anies seusai memantau genangan di kawasan Jalan Sudirman dekat Pintu Air Sudirman Atmajaya, Jakarta Pusat.

Dia menerangkan, penambahan debit air bukan dari hujan lokal di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman, melainkan kawasan antara hulu dan Jakarta.

Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi dengan intensistas 136 mm/hari. Kemudian, lintas airnya melewati dua sungai, satu kali Mampang dan dua Kali Krukut.

"Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” ujarnya melalui pernyataan tertulis.

Menurut Anies, biasanya kalau hujannya di pegunungan atau daerah Bogor, airnya akan lewat Kali Ciliwung.

Namun, kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah sekitar Depok, maka air melewati sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut. Seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta telah melakukan upaya membersihkan sampah di aliran sungai dan mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun Kemang yang menjadi aliran kali Krukut.

Anies menyebut, ada beberapa pengungsi akibat banjir yang positif Covid-19. Mereka berasal dari sejumlah wilayah.

"Ada di beberapa lokasi yang memang ditemukan warga ketika dites antigen hasilnya positif lalu mereka ditempatkan di tenda isolasi dan kemudian dilakukan pengetesan lebih jauh," kata Anies.

Adapun, jumlah pengungsi pada Minggu (21/2/2021) sebanyak 1.722 jiwa dari 514 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta Anies Baswedan Susi Pudjiastuti
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top