Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Goyang, Massa Kepung Gedung Dewan

Lebih dari 1.000  massa berunjuk rasa di luar gerbang parlemen. Penyelenggara memberikan jaminan bahwa protes tidak akan berubah menjadi kekerasan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  08:27 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha (kedua kiri) - Antara/Sigid Kurniawan
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha (kedua kiri) - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah Myanmar, negara Asia Tenggara kembali diwarnai gonjang-ganjing politik. Kali ini giliran Thailand yang mengalami gejolak.

Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen Thailand hingga Sabtu malam setelah. Aksi mereka berlangusng setelah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan sembilan menteri selamat dari mosi tidak percaya di parlemen setelah perdebatan panas selama empat hari.

"Keputusan itu mengecewakan dan sudah diperkirakan," kata pemimpin protes Attapon Buapat seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (21/2/2021).

Lebih dari 1.000  massa berunjuk rasa di luar gerbang parlemen. Penyelenggara memberikan jaminan bahwa protes tidak akan berubah menjadi kekerasan.

Mereka berkumpul di titik persimpangan Kiak Kai, Bangkok, setelah parlemen menyepakati untuk tak melanjutkan tuntutan mosi tidak percaya terhadap Prayuth Chan-ocha.

Sebelumnya, Prayuth diajukan mosi tidak percaya terkait penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di negara gajah putih tersebut.

"Kami ingin demonstrasi yang damai," kata salah satu pemimpin demonstran, Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul, usai bernegosiasi dengan polisi. Tidak ada alasan bagi polisi untuk membubarkan demonstrasi, katanya.

Kepolisian Thailand menerjunkan sekitar 4.000 pasukan untuk menjaga demonstrasi tersebut. Barikade kawat berduri hingga kontainer dipasang untuk mengadang para demonstran.

Deputi humas Kepolisian Thailand Kissana Pattanacharoen mengatakan demonstrasi melanggar dekrit darurat untuk mengontrol pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya meminta demonstran membubarkan diri.

"Tugas polisi adalah menjaga ketertiban," katanya.

Bangkok Post dan The Nation melaporkan belum ada upaya pembubaran demonstran yang dilakukan polisi.

Dalam sebuah podcast yang disiarkan usai keputusan parlemen diumumkan, Prayuth menyatakan "Saya meminta seluruh rakyat Thailand untuk bekerja bersama membawa kemajuan bagi negeri ini."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand demonstrasi

Sumber : ChannelNewsAsia.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top