Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penularan Menurun, Jerman Susun Rencana Buka Kembali Ekonomi

Keputusan mengenai pembukaan kembali sekolah menandai kemenangan bagi para pemimpin negara atas Angela Merkel yang cenderung lebih berhati-hati karena risiko penyebaran virus.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  15:07 WIB
rnPuluhan kursi dan meja di rantai dan terkunci milik sebuah restoran di dekat gerbang Brandenburg saat pemerintah memberlakukan lockdown dalam beberapa bulan terakhir akibat wabah Covid-19 di Berlin, Jerman (2/11/2020). - Antara/Reuters\r\n
rnPuluhan kursi dan meja di rantai dan terkunci milik sebuah restoran di dekat gerbang Brandenburg saat pemerintah memberlakukan lockdown dalam beberapa bulan terakhir akibat wabah Covid-19 di Berlin, Jerman (2/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jerman tengah memetakan jalan untuk menghidupkan kembali ekonomi. 

Sekolah kembali dibuka bulan ini dan toko-toko diizinkan buka kembali mulai Maret jika penularan terus menurun.

Dalam pidatonya di parlemen pagi ini, Kanselir Angela Merkel akan mempertahankan rencana tersebut, yang mencakup perpanjangan dari sebagian besar tindakan lockdown hingga 7 Maret.

Di bawah pedoman baru itu, sekolah dan pusat penitipan anak dapat dibuka kembali dalam beberapa hari mendatang, dan salon rambut akan diizinkan buka mulai 1 Maret 2021.

Keputusan mengenai pembukaan kembali sekolah menandai kemenangan bagi para pemimpin negara atas Merkel yang cenderung lebih berhati-hati karena risiko penyebaran virus.

Pemimpin Jerman itu berhasil mendorong perpanjangan yang lebih lama dari sebagian besar tindakan lockdown yang dijadwalkan berakhir pada 14 Februari. 

Dia juga bersikeras pada ambang batas tingkat infeksi yang rendah untuk membuka kembali toko, sementara kesepakatan tentang hotel dan restoran kembali diundurkan.

Beberapa negara bagian mengindikasikan bahwa mereka akan mengizinkan sekolah dasar untuk dibuka mulai 22 Februari. Sedangkan Merkel telah menyatakan untuk mempertahankan aturan yang konsisten di seluruh negeri dan menjaga anak-anak di rumah hingga akhir bulan.

"Kami ingin melakukan segalanya agar tidak masuk ke skenario naik dan turun, buka dan tutup," kata Merkel, dilansir Bloomberg, Kamis (11/2/2021).

Merkel sebelumnya mendapat kecaman karena kecepatan peluncuran vaksin Jerman yang relatif lambat.

Kriteria yang ditetapkan Merkel memungkinkan ekonomi perlahan kembali ke kondisi normal, meskipun ada risiko yang ditimbulkan oleh jenis virus yang menyebar cepat.

Merkel dan para pemimpin negara akan mengadakan pembicaraan berikutnya pada 3 Maret untuk membahas kemungkinan melonggarkan pembatasan lebih lanjut jika tingkat penularan memungkinkan.

“Kami membutuhkan konsep pada awal Maret, yang menetapkan apa yang mungkin dan apa yang tidak,” kata Perdana Menteri Lower Saxony Stephan Weil.

Para pejabat berada di bawah tekanan untuk bertindak karena tingkat infeksi turun ke arah target pemerintah yaitu 50 per 100.000 orang selama tujuh hari. Setelah mencapai puncaknya mendekati 200 sebelum Natal, level tersebut turun menjadi 64,2 hari ini.

Meskipun penyebaran melambat, Merkel terus mengkhawatirkan jenis virus baru. Dia memperingatkan bahwa sekitar seperlima kasus virus Jerman bisa menjadi varian Inggris yang lebih menular, jauh lebih dari 6 persen yang ditunjukkan dalam penelitian sejauh ini.

Beberapa pemimpin negara bagian, yang bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan lokal bersikeras untuk membuka sekolah dan tempat penitipan anak lebih awal.

Sementara itu, laju inokulasi vaksin yang lamban berisiko menyebabkan lonjakan baru. Jerman sejauh ini telah memberikan sekitar 4,2 dosis per 100 orang, menurut Bloomberg Vaccine Tracker. Sebagai perbandingan, angka di AS mencapai 14 dan lebih dari 20 di Inggris.

"Perpanjangan penguncian akan membebani ekonomi, tetapi itu dapat dimengerti mengingat kekhawatiran tentang gelombang ketiga infeksi dengan virus yang bermutasi," kata Lars Feld, penasihat ekonomi utama negara itu.

Dia melanjutkan, industri dan konstruksi tetap menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi, bahkan dalam penguncian hingga Maret.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman Covid-19 Lockdown
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top