Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sompo Gaet Mahasiswa Indonesia Peduli Masalah Lingkungan via Program Magang

Tahun ini adalah tahun ketiga program tersebut berjalan di Indonesia dan mendapat perhatian yang sangat besar dari para mahasiswa.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  22:41 WIB
Sompo Environment Foundation melepas 20 mahasiswa angkatan ketiga yang terpilih untuk ikut serta dalam program Magang Pembelajaran LSM di Indonesia melalui acara daring, Selasa (10/2) - Istimewa
Sompo Environment Foundation melepas 20 mahasiswa angkatan ketiga yang terpilih untuk ikut serta dalam program Magang Pembelajaran LSM di Indonesia melalui acara daring, Selasa (10/2) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sompo Environment Foundation mengajak generasi muda Indonesia untuk peduli pada isu lingkungan melalui NGO Learning Internship Program, yang berlangsung sejak 2019.

Di Jepang, program ini selama 20 tahun telah mendorong anak-anak di negara tersebut untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan.

Direktur Eksekutif Sompo Environment Foundation Yoshikazu Nishiwaki mengatakan tahun ini adalah tahun ketiga program tersebut berjalan di Indonesia dan mendapat perhatian yang sangat besar dari para mahasiswa.

"Kami sangat senang melihat anak muda Indonesia memiliki kesadaran dan antusiasme tinggi mengambil langkah proaktif untuk menanggulangi masalah lingkungan," katanya dalam media briefing secara daring, Selasa (10/2/2021).

Nishiwaki menjelaskan program ini bertujuan mengajak mahasiswa Indonesia terlibat aktif dan memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim dan konservasi hutan, serta untuk memperluas kesadaran mereka tentang pekerjaan yayasan lingkungan dalam menangani masalah-masalah tersebut.

"Melalui keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan ini, Sompo Environment Foundation berharap mereka dapat berkembang menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran lingkungan," katanya.

Dikatakan Nishiwaki, program yang hadir di Indonesia sejak 2019 ini menerima ratusan mahasiswa yang mendaftar program. Pada 2021, setelah melalui peninjauan lamaran dan wawancara, terpilih 20 mahasiswa magang yakni dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, dll.

Seluruh peserta akan disebar di tujuh yayasan lingkungan di Jabodetabek yakni Benua Lestari Indonesia, Borneo Orang Utan Survival Foundation (BOSF), Burung Indonesia, Conservation International Indonesia, DeTara Foundation, InSWA, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP).

Sementara itu, dalam acara yang sama Direktur Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jo Kumala Dewi menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan mitra yang telah menginisiasi program yang memberdayakan generasi muda sebagai Agen Perubahan.

"Program ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari mitra kerja Kementerian LHK yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen yang tinggi tentang bagaimana mengarusutamakan isu lingkungan kepada generasi muda," katanya.

Salah seorang mahasiswi yang terpilih tahun ini, Shabrina Agustin, menyatakan dengan turut serta dalam program ini, dia ingin memperluas perspektifnya terhadap berbagai isu sosial dan ekonomi yang terjadi saat ini, sebagai bekal di masa depan. Mahasiswi Institut Pertanian Bogor ini mendapatkan penempatan di yayasan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP).

Sementara itu, Direktur Umum Japan Environmental Education Forum Indonesia Makoto Yata mengatakan pihaknya akan mendampingi para peserta dan menjalankan program ini di Indonesia selama 8 bulan mulai Februari hingga September.

"Dalam periode tersebut setiap peserta wajib mengikuti berbagai aktivitas lingkungan bersama yayasan masing-masing. Mereka juga mendapat tunjangan Rp100.000 per hari untuk transportasi dan makan, maksimum 75 hari per mahasiswa. Peserta juga diwajibkan mengikuti pertemuan bulanan dan mengirimkan laporan bulanan kepada SOMPOEF," terang Yata.

Sebelum pandemi Covid-19, katanya, para mahasiswa diajak berpartisipasi dalam Work Camp untuk merasakan kegiatan perlindungan lingkungan yang sebenarnya. Di antaranya ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan menghadiri Seminar Jurnalistik Lingkungan yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kini di masa pandemi Covid-19 ini, lanjutnya, pertemuan dilakukan secara daring dan tatap muka dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan hidup mahasiswa klhk
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top