Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dear Pemerintah, Sertifikat Tanah Elektronik Bikin Warganet Cemas

Kebanyakan warganet khawatir mengenai keamanan status kepemilikan tanah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  10:00 WIB
Ilustrasi sertifikat tanah elektronik.  - Instagram kementerian.atrbpn
Ilustrasi sertifikat tanah elektronik. - Instagram kementerian.atrbpn

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana pemerintah mengubah sertifikat tanah berbasis kertas menjadi elektronik membuat warganet cemas.
Kebanyakan warganet khawatir mengenai keamanan status kepemilikan tanah.

“Yakin dikit-dikit mau dielektronik-in? Ni sertifikat cetak dan sah aja masih ada yang nyerobotin, masih bisa bikin ribut sendiri sama tetangga masalah jalan. Apalagi kalo elektronik, ntar datanya bocor luas tanah diedit, kepemilikan diedit, terus kita yang punya tanah pegangannya apa???” tulis Jonh D. Rahadi melalui akun Twitter @Sir_Radiz, Kamis (4/2/2021).

Utamanya warganet menyuarakan tidak setuju bila sertifikat tanah elektronik menjadi bukti utama kepemilikan. Beberapa menyatakan dokumen elektronik seharusnya hanya menjadi data penyokong bila sertifikat yang dalam bentuk fisik rusak atau hilang.

Cem mana barang virtual bisa jadi jaminan. Sertifikat tanah kok didigitalkan? Proteksi dan validasinya pakai pin gitu? Kalo sekedar back up data okelah. Sejauh ini bukti fisik gk masalah kok, kenapa pake diganti? Urusin yang lebih penting lah,” tulis akun @AhmadNgemil.

Tidak sedikit pula warganet yang menduga sertifikat tanah elektronik adalah upaya pemerintah untuk mempermudah urusan pengambilalihan tanah.
“Sertifikat online itu mah akal-akalan saja. Agar tanah rakyat gampang buat diambil alih atau dirobahstatusnya. Ngurus KTP online aja sampai sekarang belum beres, dah mau yang macam-macam lagi,” tulis @aldino_official.

Adapun Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional RI No 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Berdasarkan salinan dokumen yang diterima Bisnis, beleid tersebut diteken oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Sofyan Djalil pada 12 Januari 2021. Aturan tersebut juga telah diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana di hari yang sama.

Namun belum diketahui kapan sertifikat elektronik akan mulai diberlakukan.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Dwi Purnama mengatakan bahwa nantinya setifikat elektronik akan mengganti sertifikat kertas secara bertahap. BPN tidak akan menarik sertifikat tanah.

“Tidak ada penarikan sertifikat analog [kertas], jadi saat masyarakat ingin mengganti sertifikat analog ke elektronik atau terjadi peralihan hak atau pemeliharaan data maka sertifikat analognya digantikan oleh sertifikat elektronik," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPN tanah sertifikat tanah
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top