Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Kemungkinan akan Perpanjang Keadaan Darurat

Pemerintah Jepang akan membuat keputusan pada waktu tertentu mengenai apa yang harus dilakukan terhadap keadaan darurat.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  11:47 WIB
Ilustrasi - Tenaga kerja di Jepang - Bloomberg
Ilustrasi - Tenaga kerja di Jepang - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Para pejabat Jepang mengatakan pemerintah mungkin akan harus memperpanjang keadaan darurat, jika tidak ada perubahan besar dalam jumlah penularan virus corona di Tokyo dan tempat-tempat lainnya.

Keadaan darurat saat ini diberlakukan di 11 provinsi, termasuk Tokyo, hingga 7 Februari. Jumlah kasus harian baru di Tokyo berangsur menurun sejak keadaan darurat diberlakukan pada 7 Januari. Namun, para pakar mengatakan penurunannya lambat dan jumlah kasus terhadap lansia meningkat.

Rumah sakit tengah kewalahan dan terdapat kekhawatiran bahwa jumlah kasus serius dapat naik di antara pasien lansia.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Kamis (28/1/2021), Menteri yang bertanggung jawab bagi respons virus corona di Jepang, Nishimura Yasutoshi, mengatakan bahwa Pemerintah Jepang akan membuat keputusan pada waktu tertentu mengenai apa yang harus dilakukan terhadap keadaan darurat.

Dia menyebutkan hal itu akan menyebabkan kebingungan jika keputusan dibuat segera sebelum batas akhir yang direncanakan. Pemerintah berencana mempelajari apakah akan memperpanjang deklarasi keadaan darurat sambil mengamati penularan di seluruh Jepang serta beban terhadap sistem kesehatan.

Sementara itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo memastikan 973 kasus baru virus korona pada Rabu (27/01/2021).

Jumlah harian itu kembali turun di bawah 1.000 seperti pada Minggu (24/01/2021) dan Senin (25/01/2021) setelah sedikit penambahan pada Selasa.

Total jumlah orang yang hasil tesnya positif di Tokyo kini mencapai 96.507. Para pejabat mengatakan 159 pasien dalam kondisi serius, bertambah 11 orang dari kemarin.

Selain Tokyo, Kanagawa melaporkan 386 kasus baru, sementara jumlah orang yang meninggal di Osaka mencapai rekor yaitu 23 orang dan kasus baru 357. Chiba memastikan 258 kasus baru, Saitama 247, Aichi 227, Hyogo 211, Hokkaido 147, Kyoto 128, dan Okinawa 131, jumlah harian kedua tertinggi bagi provinsi Jepang paling selatan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top