Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Pengungsi Gempa Sulbar Tolak Rapid Test dan Swab Covid-19

Di tempat-tempat pengungsian, resistensi itu dengan macam-macam alasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  20:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat Dr. Muhammad Alief Satria, di Mamuju, (12/1/2021). - Antara
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat Dr. Muhammad Alief Satria, di Mamuju, (12/1/2021). - Antara

Bisnis.com, MAMUJU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Alief Satria mengungkapkan kekecewaanya, akibat banyak pengungsi yang menolak dilakukan rapid tes dan swab selama pandemi Virus Corona penyebab Covid-9.

“Resistensi bukan hanya di kalangan masyarakat, tetapi di kalangan tokoh masyarakat, sementara korbannya ada di mana-mana,” ungkap Alif dalam rapat bersama Gubernur Sulbar dan perwakilan pemerintah kecamatan dan desa di kompleks kantor gubernur, Sabtu (23/1/2021).

Alief menjelaskan, di tempat-tempat pengungsian, resistensi itu dengan macam-macam alasan, sehingga tim kesehatan sulit untuk memetakan penyebaran Covid-19.

Sementara, pihaknya telah meminta untuk ditambahkan tempat-tempat karantina, untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus terkonfirmasi baru.

“Karena protokol kesehatan selama pascagempa tidak disiplin," kata Alief.

Pascagempa, Dinkes telah menambah jumlah rapid tes antigen dan swab antigen, serta bantuan dari labkesda untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Rapid dan swab saat ini sudah dilakukan secara masif untuk para relawan.

Alief berharap, semua pihak bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa pihaknya bisa melakukan rapid antigen dan swab.

Dia menargetkan minimal 15-20 persen wilayah-wilayah yang ada untuk memetakan kemungkinan kasus-kasus baru Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat, akumulasi jumlah kasus positif per tanggal 22 Januari 2020 sebanyak 2.894 kasus. Jumlah itu mengalami penambahan dari tanggal 21 Januari 2021 sebanyak 2.790 kasus.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulbar Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top