Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pfizer Pangkas Volume Pengiriman, Kanada Kelabakan

Kanada memproyeksi pemerintahannya mampu memvaksinasi 13 juta orang hingga akhir Juni 2021.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  09:03 WIB
Seorang penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Pearson, tak lama setelah Toronto Public Health menerima pemberitahuan kasus dugaan pertama virus corona di Kanada, di Toronto, Ontario, Kanada 26 Januari 2020.  - Reuters
Seorang penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Pearson, tak lama setelah Toronto Public Health menerima pemberitahuan kasus dugaan pertama virus corona di Kanada, di Toronto, Ontario, Kanada 26 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kanada menjadi negara pertama yang berhasil mengamankan pasokan vaksin Covid-19 untuk melakukan vaksinasi terhadap total populasinya mencapai 38 juta orang.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (22/1/2021), Kanada telah melakukan vaksinasi sejumlah 684 juta dosis, atau cukup memberikan suntikan pertama bagi 1,8 persen dari populasinya. Dari angka tersebut, bahkan sudah ada yang diberikan untuk kedua kalinya.

Otoritas kesehatan di Ottawa berupaya meyakinkan publik bahwa situasi akan berubah signifikan pada musim semi mendatang. Kanada memproyeksi pemerintahannya mampu memvaksinasi 13 juta orang hingga akhir Juni 2021.

Namun, ambisi Kanada tersebut terhalang oleh pernyataan Pfizer yang berencana memangkas kapasitas pengiriman di luar Amerika Serikat karena ada perbaikan pabrik di Belgia untuk memacu produksi. Akibatnya, Kanada tidak akan mendapatkan pasokan vaksin Pfizer mulai pekan depan.

“Suplai global Pfizer tidak ideal, tetapi kami juga sangat ambisius dengan besarnya jumlah kontrak yang kami tandatangai dan jumlah dosis vaksin yang sudah diamankan,” kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeu.

Kanada sudah memesan 40 juta dosis vaksin Pfizer yang jumlahnya 20 persen kurang dari komitmen pemerintah.

Penundaan pengiriman tersebut sangat merugikan Kanada dimana kasus Covid-19 menunjukkan kenaikan sejak Oktober 2020 sehingga membuat kapasitas rumah sakit semakin penuh.

Rasio vaksinasi di Kanada bertengger di posisi 14 secara global berdasarkan Vaccine Tracker, di belakang Irlandia, Islandia. Tetapi, Kanada masih memimpin jika dibandingkan Austria, Romania, dan Jerman.

Epidemiolog University of Toronto Jean Paul Soucy mengatakan meski Kanada sudah mengamankan pasokan vaksin oer kapita lebih banyak dibandingkan negara lainnya, hal itu tidak berguna jika vaksinnya tidak segera dikirimkan.

Sejauh ini, hanya vaksin Pfizer dan Moderna Inc. yang mengantongi izin penggunaan darurat di Kanada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada pfizer Vaksin Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top