Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Vaksinasi Pertama, Kadis Kesehatan Banjarmasin Positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi telah mengikuti program vaksinasi nasional dengan disuntik vaksin Sinovac pada 14 Januari 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  18:54 WIB
Petugas kesehatan mengikuti simulasi uji coba vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Aceh, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - Rahmad
Petugas kesehatan mengikuti simulasi uji coba vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Aceh, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi dikabarkan positif Covid-19 pada Jumat, (22/1/2021).

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina Machli menjelaskan bahwa Machli sudah diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin. Dia dilaporkan sudah satu pekan dalam perawatan khusus.

Menurut Wali Kota, Machli sudah mengabarkan bahwa kondisinya sesak nafas.

"Saya memberi dukungan, yang penting santai saja menghadapi semua, jangan terlalu berat pikiran. Ketika orang kena Covid, yang penting jangan terbebani pikiran," kata Ibnu Sina, Jumat (22/1/2021) 

Adapun, Machli telah mengikuti program vaksinasi nasional dengan disuntik vaksin Sinovac pada 14 Januari 2021 atau pada pekan lalu.

Sebagai catatan, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni) Iris Rengganis mengatakan seseorang harus menjalani dua kali vaksinasi Covid-19 agar dapat memastikan efektif dalam membentuk antibodi.

Dia menyatakan vaksin Covid-19 ini bersifat mematikan virus sehingga tidak dapat berkembang biak. Namun, bukan berarti jika sudah disuntik sekali maka tidak akan tertular virus Corona.

Pada jeda antara vaksin pertama dan kedua, penerima vaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena antibodi belum secara penuh terbentuk, makanya tak heran masih ada kasus positif Covid-19 setelah vaksin pertama.

“Jangan sampai berpikir orang sudah sekali vaksin lalu sudah aman, tidak menerapkan 3M lagi. Belum vaksin kedua, dia sudah tertular,” kata Iris.

Sementara itu, pakar kesehatan masyarkat dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Iwan Aflanie, berkata ada kecenderungan penderita Covid-19 naik di Kalsel. Ia memprediksi Kalsel belum aman dari pandemi, masih kategori sedang sampai tinggi.

“Ditambah lagi adanya banjir, menambah resiko karena 3M tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan protokolnya,” ujar Iwan.

Iwan juga mewanti-wanti potensi munculnya klaster baru di pengungsian korban banjir. Itu sebabnya, ia meminta ada rapid test antigen massal di titik-titik pengungsian, sehingga bisa memastikan tidak ada yang positif Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjarmasin Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top