Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengembalikan Ngada ke Zona Hijau, Satgas: Masyarakat Perlu Didorong

Ngada, sebagai daerah yang baru masuk ke zona risiko tinggi bisa melakukan pencegahan dan penanganan lebih cepat dengan mendorong pengetahuan masyarakat agar memahami risiko penularan bisa terjadi secara cepat kalau tidak dicegah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  15:47 WIB
Seorang dokter sedang mengambil cairan vaksin untuk disuntikan saat vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, NTT Kamis (14/1/2021). Kombes Pol Sudaryono menjadi penerima vaksin Covid-19 perdana untuk NTT setelah sebelumnya beberapa pejabat publik lainnya gagal menerima vaksin karena tekanan darahnya tinggi. - Antara/Kornelis Kaha.
Seorang dokter sedang mengambil cairan vaksin untuk disuntikan saat vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, NTT Kamis (14/1/2021). Kombes Pol Sudaryono menjadi penerima vaksin Covid-19 perdana untuk NTT setelah sebelumnya beberapa pejabat publik lainnya gagal menerima vaksin karena tekanan darahnya tinggi. - Antara/Kornelis Kaha.

Bisnis.com, JAKARTA – Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terperosok menjadi daerah zona berisiko tinggi Covid-19 setelah bisa bertahan di zona hijau hingga akhir 2020.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan dengan Ngada menjadi zona risiko tinggi menjadi alarm bahwa tak ada satupun wilayah di muka bumi ini yang aman dari paparan Covid-19.

Namun, Ngada, sebagai daerah yang baru masuk ke zona risiko tinggi bisa melakukan pencegahan dan penanganan lebih cepat dengan mendorong pengetahuan masyarakat agar memahami risiko penularan bisa terjadi secara cepat kalau tidak dicegah.

“Ini juga peluang seperti di awal pandemi, di awal saat Covid-19 belum jadi pandemi masyarakat sangat sadar bahayanya, mobilitas dikurangi, aktivitas dibatasi, orang diminta menggunakan masker, jaga jarak, mengurangi kegiatan sosial. Oleh karenanya di Ngada ini harus segera diberi pemahaman,” kata Sonny dalam konferensi pers, Rabu (20/1/2021).

Satgas Covid-19 rencananya berupaya mendorong zona hijau untuk lebih patuh protokol kesehatan, membatasi mobilitas dan aktivitas sosial, jangan sampai keburu parah.

“Masyarakat kita kan kekerabatannya kuat, sehingga cenderung masih melakukan acara keluarga dan kumpul-kumpul, ini harus dihindari mumpung kasusnya masih sedikit dan kita bisa selesaikan dan harapannya ke depan Ngada bisa jadi contoh,” ujar Sonny.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa menambahkan, sejak awal pandemi Corona sampai Desember, Ngada masih dalam zona hijau. Pihaknya membentuk gugus tugas yang melibatkan semua pihak dan difungsikan di seluruh lapisan mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, dan keluarahan.

Kendati demikian, Paulus tak menampik bahwa pemahaman masyarakat Ngada memang belum banyak terkait dengan protokol kesehatan sehingga banyak terjadi pengabaian, termasuk sulit menghentikan kegiatan masyarakat seperti menggelar acara adat.

“Pemerintah telah berupaya pengadaan 100.000 masker, kedua kita mengimbau seluruh masyarakat untuk sementara keluarga yang menetap di luar Kabupaten Ngada untuk tidak kembali ke Ngada. Masyarakat di Kabupaten Ngada diimbau agar tidak keluar daerah terutama ke daerah zona merah, kuning, oranye,” ujarnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun #cucitangandengansabunyangmengalir


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top