Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berbeda dengan Palu, Intensitas Kegempaan di Sulbar Jarang

Tren gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat sangat jarang sekali dan harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  16:13 WIB
Bangunan rusak akibat gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat. - Dok.BPBD Kabupaten Majene\r\n
Bangunan rusak akibat gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat. - Dok.BPBD Kabupaten Majene\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan bahwa tren gempa bumi di Sulawesi Barat cukup jarang.

Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono mengatakan tren gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat sangat jarang sekali dan harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama.

"Gempa bumi [Sulbar] yang terjadi sekarang sangat berbeda dengan gempa bumi yang terjadi di Palu karena percepatan pergerakan sesarnya gempa bumi Palu dan Mamuju sangat berbeda," kata Rahmat, mengutip siaran pers BMKG, Selasa (19/1/2021).

Di Palu pergerakannya sekitar 35mm/tahun sedangkan di Mamuju sekitar 10-15mm/tahun.

BMKG mencatat bahwa gempa susulan yang terjadi di Palu mencapai ratusan bahkan ribuan kali dalam sehari. Sedangkan Mamuju hingga  Senin (18/1/2021) hanya terdapat 31 kali gempa bumi dan sebagian besar tidak dirasakan. 

Berdasarkan data tersebut, BMKG belum  menyimpulkan bahwa kapan gempa susulan akan berakhir. 

"Apabila trennya masih tinggi dan jumlah hari akan semakin panjang, itu artinya gempa susulannya juga akan panjang. Namun di tabel BMKG sudah menurun drastis, harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama," jelas Rahmat.

Adapun, Rahmat menambahkan, bahwa potensi adanya gempa susulan merupakan bagian dari pelepasan energi.

"Ini bagian dari pelepasan energi, jadi setiap kali kejadian gempa bumi yang besar selalu akan diikuti oleh gempa-gempa susulan dan tentunya intensitasnya lama-kelamaan akan menurun hingga pada akhirnya akan berhenti dan kemudian Mamuju akan normal kembali," ujarnya.

Sementara, untuk terjadinya gempa kembali butuh beberapa pulih tahun lagi.

Untuk pelacakan, BMKG juga telah memasang peralatan untuk melakukan perhitungan percepatan pergerakan tanah di sekitar Mamuju serta melakukan pemetaan sebaran kerusakan. Selain itu, BMKG juga akan melakukan pemeriksanaan ke lapangan terhadap informasi peta guncangan yang telah dirilis apakah sejalan atau tidak.

BMKG bekerja sama dengan satgas tim gabungan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan sosialisasi langsung dengan mendatangi pos-pos pengungsian sehingga masyarakat dapat tenang dan tidak panik.

"Tentunya kami berharap para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan segera. Kami siap untuk bekerjasama dengan tim dari BNPB dan satgas untuk bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat," tutup Rahmat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bumi sulawesi barat
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top