Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menag Minta Jemaah Haji 2021 jadi Prioritas Vaksinasi

Kemenag memperkirakan bahwa keberangkatan pertama haji tahun ini akan berlangsung pada 15 Juni 2021. Oleh karena itu, jemaah haji harus menjadi salah satu sasaran prioritas vaksinasi yang sedang digalakan oleh pemerintah.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  16:24 WIB
Tim Vaksinasi Covid-19. - Dok. Satgas Covid/19
Tim Vaksinasi Covid-19. - Dok. Satgas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada Kementerian Kesehatan supaya memberikan prioritas vaksinasi kepada calon jemaah haji 2021.

Dia mengatakan dalam pelaksanaan ibadah haji 1442 hijriyah, Kemenag memperkirakan bahwa keberangkatan pertama haji tahun ini akan berlangsung pada 15 Juni 2021.

"Dalam rangka menjamin dan memberikan perlindungan, kami telah bersurat ke Menkes, meminta agar jemaah haji tahun 1442H/2021M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19," kata Menag dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Surat tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit pada 5 Januari 2021. Dia memohon perlindungan kesehatan bagi jemaah haji asal Tanah Air

Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan calon jemaah haji perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, jemaah calon haji 2021 kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19.

Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina jemaah, sebelum dan setibanya di Arab Saudi. Ketiga, jika belum divaksin, maka jemaah harus melakukan PCR Swab saat karantina, sebelum dan setiba di Arab Saudi.

"Dan keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air," jelasnya.

Dijelaskan Menag, apabila Arab Saudi memberikan kuota normal, maka sedikitnya vaksinasi perlu dilakukan kepada sekitar 257.540 orang.

Jumlah ini terdiri atas 221.000 jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus, 4.200 petugas kloter dan petugas non kloter, 3.400 petugas haji di seluruh provinsi, dan 18.000 pembimbing haji pada 6.000 KUA kecamatan di seluruh Indonesia.

"Termasuk juga 10.940 panitia dan pembimbing manasik pada 547 Kab/Kota seluruh Indonesia. Kami masih menunggu respons dari Menkes. Kami harap ini bisa segera dilakukan, utamanya setelah ada kepastian dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan dan kuota haji 1442H/2021M," terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan vaksinasi Yaqut Cholil Qoumas
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top