Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Menyuntik Vaksin ke Presiden Jokowi Salah? Ini Penjelasan Profesor Zubairi

Ketua satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban lalu angkat bicara dan menegaskan pesan berantai yang beredar cara menyuntik vaksin Presiden Jokowi salah tersebut tidak benar.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  01:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini beredar pesan berantai di media sosial dan Whatsapp Grup mengenai carai menyuntik vaksin ke Presiden Joko Widodo yang dianggap gagal dan harus diulang. Pasalnya, di dalam pesan tersebut dijelaskan secara gamblang mengenai cara menyuntik yang dianggap tidak menembus otot.

Ketua satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban lalu angkat bicara dan menegaskan pesan berantai yang beredar tersebut tidak benar.

Lewat akun twitternya, Zubairi menulis mengenai cara penyuntikkan vaksin yang dilakukan Profesor Abdul Muthalib ke Presiden Jokowi pada tanggal 13 Januari lalu sudah benar.

Zubairi menulis penjelasan ini berdasarkan penelitian berjudul Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat yang ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma yang diterbitkan di National Library of Medicine pada edisi Januari-Februari 2000.

Berikut penjelasan lengkap Zubairi yang ditulis di akun twitternya pada Senin (18/1/2021) malam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top