Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes Budi Sebut 30 Ribu Nakes Tidak Terima Pesan Vaksinasi Covid-19

Budi mengatakan, tidak semua tenaga kesehatan yang terdaftar mendapatkan pesan singkat sebagai penerima vaksin, karena tidak terdata nomor teleponnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  07:25 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui data penerima vaksinasi Covid-19 tahap awal terhadap para tenaga kesehatan masih ada kekurangan dan belum ideal.

"Kekurangan pasti ada. Data 1.486.000 tenaga kesehatan didapatkan dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang diikuti melalui akun Youtube Komisi IX DPR RI Channel di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Budi mengatakan, tidak semua tenaga kesehatan yang terdaftar mendapatkan pesan singkat sebagai penerima vaksin, karena tidak terdata nomor teleponnya. Setidaknya, terdapat 30 ribu data tenaga kesehatan yang tidak dilengkapi dengan nomor telepon.

Untuk tenaga kesehatan yang termasuk sasaran mendapatkan vaksinasi tahap pertama tetapi tidak menerima pesan singkat, bisa mendaftarkan diri secara manual melalui telepon 119.

Budi berpesan kepada para tenaga kesehatan, bila ada rekannya yang termasuk sasaran vaksinasi, tetapi tidak menerima pesan singkat agar diingatkan untuk mendaftarkan diri.

"Kita tidak bisa menunggu. Itu cara yang terpikirkan untuk mulai melakukan vaksinasi Covid-19. Kita mulai dengan segala kekurangan," tuturnya.

Dalam rapat kerja tersebut, permasalahan penentuan penerima vaksinasi Covid-19, terutama yang menerima pesan singkat, menjadi salah satu hal yang dipertanyakan anggota Komisi IX DPR.

Seorang anggota Komisi IX yang mempertanyakan hal itu adalah Saleh Partaonan Daulay. Dia menilai data merupakan salah satu permasalahan penting dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Data harus clear. Masalah data itu tidak gampang," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin Vaksin Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top