Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

YouTube Hapus Konten dan Larang Pengunggahan di Channel Milik Donald Trump

YouTube memberikan teguran pertama terhadap channel milik Trump serta melarangnya mengupload konten baru selama tujuh hari.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  14:07 WIB
Logo Video Youtube
Logo Video Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - YouTube menghapus konten baru di channel milik Presiden AS Donald Trump menyusul kekhawatiran terhadap potensi kekerasan setelah kerusuhan di Capitol AS pekan lalu.

Dilansir dari Bloomberg, YouTube memberikan teguran pertama terhadap channel milik Trump serta melarangnya mengupload konten baru selama tujuh hari. Namun, YouTube tidak memberikan rincian mengenai video yang memicu pelanggaran tersebut.

Situs streaming populer yang dimiliki oleh induk Google, Alphabet Inc., tersebut juga mengatakan akan menonaktifkan komentar di channel tanpa batas waktu karena pertimbangan keamanan.

Platform media sosial lainnya, termasuk Twitter Inc. dan Facebook Inc., telah mengambil langkah-langkah untuk menangguhkan presiden AS. Twitter memblokir akun Trump secara permanen, sedangkan Facebook dan Instragram memblokir akunnya hingga pelantikan Joe Biden.

“Setelah ditinjau, dan karena khawatir tentang potensi kekerasan yang sedang berlangsung, kami menghapus konten baru yang diupload ke channel Donald J. Trump karena melanggar kebijakan kami. Sekarang menerima teguran pertama dan untuk sementara tidak dapat mengupload konten baru selama *minimal* 7 hari,” ungkap YouTube di akun Twitter @YouTubeInsider, Rabu (13/1/2021).

Sejumlah platform online telah berjuang untuk mencapai keseimbangan antara reaksi yang tumbuh terhadap situs mereka setelah aksi kekerasan minggu lalu, yang banyak dianggap telah dihasut dan diorganisir melalui posting media sosial, dan menentang kritik dari pendukung kebebasan berbicara karena melakukan sensor.

Twitter baru-baru ini memblokir lebih dari 70.000 akun yang dianggap didedikasikan untuk mendistribusikan teori konspirasi QAnon, sementara Facebook mengatakan memblokir frasa "hentikan pencurian" yang digunakan oleh mereka yang berpendapat bahwa pemilihan presiden November 2020 tidak sah.

YouTube lebih ragu-ragu untuk menangguhkan akun Trump daripada layanan media sosial lainnya. Hal ini karena YouTube memiliki kebijakan tiga kali teguran untuk mengatur konten. Teguran pertama membatasi upload baru setidaknya selama seminggu, sedangkan teguran kedua dalam waktu 90 hari sejak teguran pertama akan menyebabkan penangguhan selama dua minggu. Channel Trump baru akan dihapus jika mendapat teguran ketiga.

Menyusul pengumuman YouTube, Gab, situs jejaring sosial yang populer dengan kelompok sayap kanan, mengatakan tengah melakukan backup terhadap video Trump dan akan mempostingnya di platformnya sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube Donald Trump
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top