Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amerika Cs Kecam Hong Kong dan China soal Penangkapan 50 Aktivis

Kepolisian Hong Kong menangkap puluhan aktivis pro demokrasi dalam operasi yang dilancarkan pada Rabu (6/1/2021) dini hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  18:59 WIB
Ilustrasi kondisi Hong Kong saat aksi demonstrasi marak terjadi - Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke keramaian untuk membubarkan pengunjuk rasa yang memprotes undang-undang keamanan nasional dalam peringatan penyerahan Hong Kong ke China dari Britain di Hong Kong, China, Rabu (1/7/2020)./ANTARA - REUTERS/Tyrone Siu
Ilustrasi kondisi Hong Kong saat aksi demonstrasi marak terjadi - Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke keramaian untuk membubarkan pengunjuk rasa yang memprotes undang-undang keamanan nasional dalam peringatan penyerahan Hong Kong ke China dari Britain di Hong Kong, China, Rabu (1/7/2020)./ANTARA - REUTERS/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - Pengangkapan lebih dari 50 orang aktivis di Hong Kong pada pekan lalu menjadi sorotan sejumlah pemerintah negara barat. 

Bahkan, para menteri luar negeri dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia pada Minggu memberikan pernyataan bersama berupa kecaman atas penangkapan besar-besaran tersebut.

Dalam pernyataan bersama tersebut, mereka menyerukan agar China menghormati kebebasan rakyat Hong Kong.

Kepolisian Hong Kong menangkap puluhan aktivis pro demokrasi dalam operasi yang dilancarkan pada Rabu (6/1/2021) dini hari. Tindakan itu merupakan penangkapan terbesar sejak Beijing memberlakukan Undang-undang Keamanan Nasional atas Hong Kong tahun lalu.

"Jelas bahwa Undang-undang Keamanan Nasional digunakan untuk menyingkirkan perbedaan pendapat dan pandangan politik yang berlawanan," kata para menteri dalam pernyataan gabungan yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

Mereka menyerukan agar otoritas pusat Hong Kong dan China menghormati hak dan kebebasan yang dijamin secara hukum bagi rakyat Hong Kong tanpa ketakutan oleh penangkapan dan penahanan.

Para aktivis terkemuka pro demokrasi di Hong Kong ditangkapi ketika otoritas mengatakan pemungutan suara tak resmi pada tahun lalu, untuk memilih perwakilan oposisi yang akan maju dalam pemilu Hong Kong, merupakan bagian dari upaya 'menggulingkan' pemerintah.

Pada Kamis (7/1/2021), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut Washington mungkin akan menjatuhkan sanksi pada orang-orang yang terlibat dalam penangkapan tersebut, serta akan mengirim duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Taiwan dalam suatu kunjungan resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat hong kong

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top