Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suntik Vaksin Covid-19 Dilakukan 2 Kali, Jokowi: RI Butuh Hampir 400 Juta Dosis

Jumlah dosis vaksin Covid-19 yang dibutuhkan mencapai 400 juta dosis atau dua kali lipat dari target masyarakat yang akan diberi vaksin yaitu 182 juta penduduk.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  14:57 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi kebutuhan vaksin Covid-19 hampir mencapai 400 juta dosis untuk disuntikkan kepada 182 juta masyarakat Indonesia.

Jumlah dosis vaksin Covid-19 yang dibutuhkan mencapai dua kali lipat dari target masyarakat yang akan diberi vaksin, karena setiap orang nantinya akan menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19.

"Total nantinya yang disuntik 182 juta orang. Dua kali suntiknya, berarti vaksinnya butuh dua kali 182 juta, bisa dibayangkan hampir 400 juta kebutuhan vaksinnya," kata Jokowi dalam acara penyaluran bantuan modal kerja (BMK) kepada pelaku UMKM, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021).

Lebih lanjut, Jokowi menyatakakan bahwa program vaksinasi Covid-19 rencananya akan dimulai pada pekan depan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu terbitnya izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

"Nanti kalau sudah 182 juta penduduk yang divaksin atau 70 persen dari jumlah penduduk itu akan terjadi yang namanya kekebalan komunal," ujarnya.

Meskipun proses vaksinasi diperkirakan bisa dimulai pekan depan, Jokowi mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Jokowi juga kembali memastikan bahwa dirinya akan menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terkait keamanan vaksin Covid-19.

"Saya nanti yang akan disuntik pertama, nanti juga didahului dokter-dokter dan perawat, kemudian diikuti masyarakat lainnya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Jokowi dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu pekan depan (13/1/2021). Proses vaksinasi Presiden akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah media nasional.

Adapun, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus konfirmasi positif Covid-19 nasional pada Kamis (7/1/2021) mencatat rekor tertinggi yaitu bertambah 9.321 orang sehingga totalnya menjadi 797.723 orang.

Untuk kasus sembuh, bertambah 6.924 orang sehingga totalnya menjadi 659.437 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, sedangkan kasus meninggal bertambah 224 orang sehingga totalnya menjadi 23.520 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi vaksinasi Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top