Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Wanita Penghibur' di Masa Perang, Jepang - Korsel Belum Capai Titik Temu

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan memburuk akibat isu wanita penghibur pada masa perang.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  10:35 WIB
Patung wanita penghibur di Busan, Korea Selatan - Reuters
Patung wanita penghibur di Busan, Korea Selatan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang dan Korea Selatan masih berbeda pendapat soal penyelesaian kasus wanita penghibur di masa perang.

Hal itu telah berlangsung lima tahun setelah kedua negara sepakat untuk menyelesaikan isu tersebut.

Pada Desember 2015, Tokyo dan Seoul memastikan bahwa isu tersebut telah diselesaikan secara final dan tidak dapat diubah.

Melansir NHK pada Selasa (29/12/2020), Pemerintah Jepang memberikan sekitar 9,6 juta dolar untuk mendirikan sebuah yayasan yang menawarkan bantuan bagi para wanita penghibur berdasarkan kesepakatan tersebut.

Namun, pemerintahan Presiden Moon Jae-in yang berkuasa pada 2017 mengkritik kesepakatan tersebut, dengan mengatakan hal itu tidak mewakili suara para wanita itu. Pemerintahan Moon secara sepihak mengumumkan pembubaran yayasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu mengatakan kesepakatan 2015 itu merupakan janji antarnegara dan itu harus dijalankan oleh pemerintah yang baru.

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan memburuk akibat isu wanita penghibur pada masa perang.

Sejumlah pejabat Jepang menyatakan berencana untuk tetap melakukan dialog antarbirokrat senior dan anggota parlemen dari kedua negara guna. Dialog dimaksudkan untuk mencari cara menyelesaikan isu-isu tersebut.

Kasus wanita penghibur di masa penjajahan Jepang juga terjadi di Indonesia.

Kasus yang dikenal dengan istilah jugun ianfu itu membuat banyak perempuan menjadi korban dan dijadikan budak syahwat pasukan balatentara Jepang di masa lalu. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang korea selatan jugun ianfu
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top