Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Sampai Masuk Indonesia, Ini Alasan Varian Baru Virus Covid-19 Lebih Berbahaya

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah yakni dengan merilis aturan baru yang melarang masuknya warga negara asing (WNA) ke Tanah Air. Aturan ini berlaku sampai 14 Januari 2021 dan dapat diperpanjang. Selain itu, pemerintah juga memperketat aturan bepergian, khususnya pada libur akhir tahun, dengan mensyaratkan rapid test antigen. 
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  19:14 WIB
Antrean calon penumpang yang akan melakukan tes Covid-19 di Farmalab Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta pada Jumat (18/12/2020). Antrean mulai terlihat sejak pukul 11.00 WIB. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Antrean calon penumpang yang akan melakukan tes Covid-19 di Farmalab Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta pada Jumat (18/12/2020). Antrean mulai terlihat sejak pukul 11.00 WIB. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berupaya keras untuk mencegah masuknya varian baru virus Covid-19 yang kini berkembang di Inggris ke Indonesia. Pasalnya, virus dengan tingkat penularan yang lebih cepat ini diperkirakan akan membuat upaya penanganan Covid-19 semakin berat.

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah yakni dengan merilis aturan baru yang melarang masuknya warga negara asing (WNA) ke Tanah Air. Aturan ini berlaku sampai 14 Januari 2021 dan dapat diperpanjang. Selain itu, pemerintah juga memperketat aturan bepergian, khususnya pada libur akhir tahun, dengan mensyaratkan rapid test antigen. 

Meski belum ada laporan resmi tentang masuknya varian baru virus Covid-19 dari Inggris ke Indonesia, Indonesia patut waspada dan mengambil tindakan antisipatif.

“Mutasi virus ini sebenarnya berlangsung sepanjang waktu, tapi varian di Inggris ini lebih berbahaya karena penularan jadi amat cepat,” kata Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 IDI dalam talkshow bertajuk “Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing”, Selasa (29/12/2020).

Zubairi mengatakan, meskipun dari sisi fatalitas atau dampaknya dalam menyebabkan kematian tidak lebih ganas, varian baru ini patut disikapi dengan serius serta dideteksi lebih dini.

“Karena kalau menyebar, jumlah kasusnya menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya. Sehingga ini tentu akan menjadi beban yang signifikan bagi rumah sakit-rumah sakit rujukan dan tenaga kesehatan.

Dia menjelaskan bahwa varian virus baru yang berkembang di Inggris menyebar sangat cepat. Diperkirakan dalam dua pekan ke depan, sebanyak 90 persen kasus Covid-19 berkaitan dengan varian baru.

Adapun, varian baru ini kata Zubairi sangat mudah menyerang anak-anak seperti halnya yang terjadi di Inggris. Karena itu dia menghimbau agar pemerintah mempertimbangkan rencana pembukaan kembali sekolah-sekolah.

“Di Inggris waktu terakhir kali lockdown, sekolah tetap buka, sehingga ada peningkatan infeksi di anak-anak. Itu yang dikhawatirkan karena kalau dari anak penularannya bisa ke rumah, ke orang dewasa, orang berusia lanjut dan kalangan yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.”

Sembari menunggu dimulainya vaksinasi, Zubairi mengatakan masyarakat harus proaktif dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Rapid Test Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top