Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soroti Kunjungan Kedubes Jerman ke FPI, DPR: Seharusnya Punya Etika

Kunjungan staf Kedubes Jerman ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat dinilai kurang etis dan tak menghargai kedaulatan hukum di Indonesia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  12:32 WIB
TB Hasanudin - Antara
TB Hasanudin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai Keduataan Besar Jerman seharusnya memiliki etika dan menghormati hubungan diplomasi dengan Indonesia.

Dia menyesalkan perilaku salah satu staf Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman yang mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Jalan Petamburan, Jakarta Pusat. 

"Kedubes Jerman semestinya tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri. Itu etika berdiplomasi secara sopan dan beretika," ujar Hasanuddin sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR, Jumat (25/12/2020).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini mengapresiasi sikap pemerintah yang langsung memanggil Kepala Perwakilan Kedubes Jerman di Jakarta guna meminta klarifikasi atas tindakannya tersebut. 

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga harus menuntut Kedubes Jerman untuk memberikan pernyataan resmi kepada publik.

"Kedubes Jerman sudah menjelaskan tidak ada dukungan terhadap ormas tertentu dan berkomitmen untuk bersama melawan intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian. Namun, harus ditekankan tindakan Kedubes itu harus dikoordinasikan dengan Kementerian terkait. Jangan sampai ada udang di balik batu," tandasnya. 

Sebelumnya, perwakilan Kedubes Jerman diketahui mendatangi Sekretariat DPP FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/12/2020) lalu. Kedatangan perwakilan Kedubes Jerman tersebut diberitakan dalam rangka silaturahmi. Kedubes Jerman pun sudah meminta maaf terkait hal itu


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr jerman fpi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top