Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: Geger Kabar Solo Lockdown 10 Desember hingga 20 Januari

Ahyani menyebut hoaks soal Solo lockdown bisa jadi muncul lantaran kebijakan pemkot yang tengah menyiapkan rumah karantina di Beteng Vastenburg.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  17:29 WIB
Warga memanfaatkan fasilitas cuci tangan hasil modifikasi bak sampah menjadi tandon air di kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memasang fasilitas tempat cuci tangan tersebut sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di pusat keramaian. - ANTARA FOTO/Maulana Surya\n
Warga memanfaatkan fasilitas cuci tangan hasil modifikasi bak sampah menjadi tandon air di kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memasang fasilitas tempat cuci tangan tersebut sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di pusat keramaian. - ANTARA FOTO/Maulana Surya\\n

Bisnis.com, SOLO- Jagat media sosial dibuat geger dengan beredarnya informasi Kota Solo yang rencananya melakukan karantina wilayah atau lockdown per 10 Desember 2020 hingga 20 Januari 2021.

Kabar tersebut menyebar cepat dan diteruskan berkali-kali melalui aplikasi Whatsapp.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, memastikan kabar tersebut tidak benar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak memiliki rencana lockdown, melainkan pengetatan kegiatan masyarakat. Selain itu, Pemkot bakal menambah durasi hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Paling ya iseng di media sosial [medsos]. Intinya kan kami hanya pengetatan saja, pembatasan kegiatan masyarakat,” kata dia, dihubungi Solopos.com, Sabtu (5/12/2020).

Pengetatan tersebut seperti yang tertuang di Surat Edaran (SE) No.067/2969.1 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Solo.

“Sudah berjalan pengetatannya. Soal hajatan itu, kerumunan dan sebagainya. Kemudian peningkatan sanksinya. Pembahasan dilakukan Kamis (3/12/2020) lalu. SE terbaru belum ada karena SE yang kemarin batasnya sampai 10 Desember. Makanya, kami sampaikan pemberlakuan sanksi membersihkan parit seharian itu baru per 10 Desember. Detailnya baru dimasukkan di SE berikutnya. Jadi sebenarnya tidak banyak perubahan,” jelas Ahyani.

Ahyani menyebut hoaks soal Solo lockdown bisa jadi muncul lantaran kebijakan pemkot yang tengah menyiapkan rumah karantina di Beteng Vastenburg.

Rumah kaarantina itu nantinya dipakai mengisolasi para pemudik saat momen libur panjang Natal dan Tahun Baru. Mereka wajib menjalani karantina selama dua pekan.

Diberitakan sebelumnya, rumah karantina di Beteng Vastenburg tidak akan senyaman di Dalem Joyokusuman, Grha Wisata, maupun Dalem Priyosuhartan.

Fasilitas di rumah karantina Nataru hanya sekadarnya, dengan bunk bed layaknya barak.

“Grha Wisata dipakai Asrama Brimob, begitu pula Dalem Joyokusuman. Sedangkan Dalem Priyosuhartan digunakan untuk karantina mandiri tenaga kesehatan yang membutuhkan,” ucap Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, belum lama ini.

Pemkot bakal meminjam tenda dan bunk bed dari Polresta maupun Kodim 0735/Solo.

Rancangan rumah karantina itu tengah dibahas bersama sejumlah instansi terkait.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wali kota solo Lockdown

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top