Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kubu Jusuf Kalla Tangkis Tudingan Otak di Balik OTT Edhy Prabowo

Setelah tak lagi menjabat Wakil Presiden, JK lebih banyak menyibukkan diri dengan aktivitas sosial.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  16:15 WIB
Jusuf Kalla dan Husain Abdullah. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @husainabdullah1
Jusuf Kalla dan Husain Abdullah. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @husainabdullah1

Bisnis.com, JAKARTA - Juru bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah angkat bicara terkait rekaman yang menuding JK di balik penangkapan Edhy Prabowo atas kasus korupsi.

Dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020), Husain Abdullah menyayangkan tudingan tersebut

“Saya cuma mau bilang, salah apa Pak JK, sehingga tega-teganya ada yang memfitnah seperti itu. Orang yang suaranya terdapat dalam rekaman itu seperti tidak punya lagi sopan santun, sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” terangnya.

Husain Abdullah bahkan menyinggung soal falsafah Bugis-Makassar terkait adat dan istiadat dalam menghormati orangtua.

“Saya yakin kalau orang Bugis-Makassar tidak gampang mengumbar fitnah seperti itu, karena secara budaya dan agama tahu resikonya, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” sambungnya.

Husain menerangkan bahwa selama ini, apalagi setelah tak lagi menjabat Wakil Presiden, JK lebih banyak menyibukkan diri dengan aktivitas sosial.

Atas kejadian ini, Husain menegaskan, jika pihaknya telah mengetahui siapa di balik rekaman yang tersebar itu dan bakal berhadapan dengannya di ramah hukum.

"Dalam artian, pihak JK bakal melaporkan kasus pencemaran ini ke pihak berwajib, termasuk ke KPK," ucapnya.

Baginya, masalah yang muncul melalui rekaman suara yang tersebar itu, menyangkut fitnah kepada JK, Anies Baswedan dan juga sangat merendahkan KPK yang prestasinya menangkap Menteri KKP justru dipandang sebagai angin segar bagi penegakan hukum di Indonesia.

Rekaman itu, lanjutnya, juga telah mencederai kerja keras KPK dan mengadu domba tokoh-tokoh nasional yang dinilai bisa berdampak buruk terhadap hubungan hubungan antar elite yang selama ini berjalan baik.

“Pak JK dan Pak Prabowo Subianto dua tokoh yang bersahabat. Bahkan keduanya yang mendorong pencalonan Anies Baswedab pada Pilgub DKI beberapa waktu lalu,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar video dan disertai rekaman suara diduga suara seseorang yang menuding mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai otak di balik penangkapan Edhy Prabowo atas kasus korupsi impor benih lobster.

Video berdurasi 1 menit 58 detik itu menyebar luas di media sosial, Sabtu (5/12/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top