Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Covid-19: Ini Sebabnya Anak-Anak dan Lansia Tidak Jadi Prioritas

Pemilihan kepada kelompok umur 18 - 59 tahun ini karena fakta menunjukkan bahwa merekalah yang paling banyak terpapar Covid-19.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  17:00 WIB
Ilustrasi - LIPI
Ilustrasi - LIPI

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah vaksi potensial sedang dikembangkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Pemerintah pun sedang berancang-ancang untuk melakukan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok prioritas.

Sejauh ini, mereka yang masuk dalam kelompok prioritas adalah kelompok usia produktif dengan rentang usia 18 - 59 tahun.

Pemilihan kepada kelompok umur 18 - 59 tahun ini karena fakta menunjukkan bahwa merekalah yang paling banyak terpapar Covid-19.

Lantas, kapan anak-anak mendapatkan hak untuk menerima vaksin Covid-19?

"Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin," demikian penjelasan di laman tanya jawab situs covid19.go.id.

Begitu pula untuk kelompok usia di atas 59 tahun.

Sejauh ini diketahui terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun.

"Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar Covid-19," demikian keterangan di situs covid19.go.id.

Alasan lainnya adalah karena mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diujicobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat.

Dibutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin Covid-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.

Adapun pelaksanaan distribusi vaksin Covid-19 akan dilakukan secara bertahap di Indonesia setelah mendapat persetujuan dari Badan POM.

Persetujuan dari Badan POM akan didasarkan pada hasil uji klinik di luar negeri atau Indonesia.

Pada tahap awal, vaksinasi Covid-19 diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.

Pemerintah pun menyusun peta jalan atau roadmap yang akan menjelaskan mekanisme pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara menyeluruh.

Satu hal yang perlu diingat, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan vaksin.

Meski saat ini kondisi darurat dan vaksin dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektivitas vaksin tetap menjadi prioritas utama.

Pengembangan vaksin tetap dilakukan melalui tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari tahap praklinik, tahap klinis (fase 1-3), hingga penetapan penggunaan vaksin.

Sambil menunggu vaksin Covid-19 tersedia, masyarakat harus tetap melawan pandemi ini dengan patuh menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan memakai sabun harus menjadi bentuk adaptasi kebiasaan baru.

Dengan begitu peluang terinfeksi virus penyebab Covid-19 bisa semakin ditekan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia anak-anak Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top