Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rizieq Dipanggil Polisi, Moeldoko: Tak Ada Upaya Kriminalisasi Ulama

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) untuk tidak mengerahkan massa untuk mengawal sang imam besar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  15:59 WIB
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). - Antara\r\n
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa tidak ada upaya pemerintah untuk mengkriminalisasi ulama. Hal itu ditegaskannya terkait dengan pemanggilan Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya.

“Dari awal saya sudah mengatakan tidak ada kriminalisasi ulama. Tidak ada. Yang dikriminalisasi adalah mereka - mereka yang memiliki kesalahan. Dan itu sudah, melalui penyelidikan, mungkin ditingkatkan ke penyidikan dan seterusnya,” ujarnya kepada awak media, Selasa (1/12/2020).

Walhasil, ihwal pemanggilan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, dia mengimbau kepada anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) untuk tidak mengerahkan massa untuk mengawal sang imam besar.

Lebih lanjut, Moeldoko meminta masyarakat dan khususnya anggota atau simpatisan FPI untuk percaya kepada aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya untuk bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

“Jadi saya imbau teman-teman saya, untuk tidak perlu turun sudah serahkan saja ke aparat kepolisian, penegak hukum untuk bisa menyelesaikan ini. Agar clear semuanya dan jangan mengembangkan stigma tentang apa itu kriminalisasi ulama,” jelasnya.

Kendati demikian, dia juga memint masyarakat untuk memahami bahwa tidak ada seorangpun di Indonesia yang kebal hukum dan meyakini bahwa hukum di Tanah Air tidak akan pandang bulu.

“Perlakuan yang sama di depan hukum. Untuk itu, saya mengimbau semuanya paham tentang itu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko juga menekankan bahwa keterbukaan masyarakat untuk menyampaikan atau mendeklarasikan hasil tes Covid-19 sangat penting untuk memudahkan pelacakan atau tracing kontak dekat sehingga penanganan sedini mungkin bisa dilakukan.

“Dilihat kepentingannya ya. Kalau kepentingannya untuk tracing, ada sebuah situasi seseorang berada dalam sebuah lingkungan yang patut diwaspadai, patut menjadi atensi bersama, maka itu perlu dideklarasi karena akan melihat rentetannya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya moeldoko habib rizieq Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top