Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Novel Baswedan: UU KPK Hambat Pemberantasan Korupsi

Novel Baswean mengatakan OTT yang dilakukan KPK belakangan ini dilakukan atas proses yang panjang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 November 2020  |  08:48 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi tim kuasa hukumnya memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3). Tim kuasa hukum Novel Baswedan mendesak Presiden untuk tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) guna mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. - Antara
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi tim kuasa hukumnya memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3). Tim kuasa hukum Novel Baswedan mendesak Presiden untuk tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) guna mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan bahwa butuh waktu panjang bagi lembaga itu kembali melakukan operasi tangkap tangan. Dia menyebut UU KPK menjadi salah satu kendala penangkapan.

Saat diskusi dengan Karni Ilyas di Youtube Karni Ilyas Club, Novel menyebutkan bahwa regulasi KPK terbaru memberikan kendala pada proses pemberantasan korupsi.

“Tentunya dengan UU KPK yang baru, kendala terkait dengan tugas untuk memberantas korupsi lebih sulit. Kalau dilihat belakangan ini tidak terlalu banyak ada kegiatan pengungkapan kasus itu kendalanya terkait hal itu,” kata Novel dikutip Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut, Novel mengatakan OTT yang dilakukan KPK belakangan ini dilakukan atas proses yang panjang.

“Kenapa belakangan kok ada, prosesnya panjang. Saya tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan karena saya bagian dari proses itu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, komisi antirasuah menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) di Bandara Soekarno Hatta sepulang dari Hawaii, Amerika Serikat. Dia diduga terlibat dalam kasus suap ekspor benih lobster.

Dua hari berselang, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Pria itu tertangkap akibat diduga terlibat pada kasus tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan rumah sakit Kasih Bunda.

Menurutnya, proses penangkapan tersebut memerlukan waktu, proses berkelanjutan hingga ketekunan dan kecermatan. Beberapa poin itu lanjutnya merupakan kunci keberhasilan KPK.

Novel mengungkapkan penangkapan juga berhubungan dengan kecepatan dan kekedapan. Semakin cepat proses yang dilakukan, semakin kedap operasinya, maka tingkat keberhasilan akan semakin tinggi.

“Selain itu tentunya kita juga paham bahwa segala sesuatu apabila Allah mudahkan, mudah jadinya. Tapi ada kalanya hal tertentu menjadi lebih sulit. Terlepas dari itu sesungguhnya butuh kesungguhan, ketekunan perjuangan yang serius dari insan di KPK. Itu yang menjadi poin keberhasilan,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi novel baswedan OTT KPK
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top