Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Tangkap Menteri KKP, Politisi Gerindra: Tamparan Keras untuk Prabowo Subianto

Apalagi, Prabowo sempat memberi komentar bahwa korupsi di Indonesia mencapai stadium empat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 November 2020  |  12:29 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). -  Antara / Puspa Perwitasari.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). - Antara / Puspa Perwitasari.

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Prabowo Subianto mundur dari jabatan Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Gerindra usai KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Dia mengatakan penangkapan tersebut menjadi tamparan keras bagi Prabowo Subianto, sosok yang dianggap mendidik langsung Edhy Prabowo.

Apalagi, Prabowo sempat memberi komentar bahwa korupsi di Indonesia mencapai stadium empat.

"Ternyata mulut yang sudah berbusa-busa mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat, ternyata justru Edhy Prabowo anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di era Jokowi yang terkena operasi tangkap tangan," kata Arief dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Lebih lanjut mantan Waketum Gerindra itu menyebut sudah sejak awal harusnya Prabowo yang menyebut ingin Indonesia bersih dari KKN mengingatkan dan melarang para kader dan keluarganya untuk memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis.

Salah satu contoh adalah pemberian izin ekspor benih lobster kepada perusahaan perusahaan yang terafiliasi dengan kader Gerindra dan keluarga. Namun, Prabowo malah dianggap diam.

"Nah dengan ditangkapnya Edhy Prabowo maka tamat sudah cita-cita Prabowo jadi presiden Indonesia. Serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai Gerindra."

Dia menilai mantan Danjen Kopassus itu harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra atas ketidakmampuan menjaga disiplin para kadernya hingga berpotensi menghancurkam marwah partai.

Adapun, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak yang diminta komentarnya atas penangkapan Edhy Prabowo belum memberi komentar.

Demikian juga dengan politisi Gerindra, Andre Rosiade, belum memberi tanggapan saat ditanya Bisnis, Rabu (25/11/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK prabowo subianto edhy prabowo
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top