Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebelum Ditangkap KPK, Ngabalin Sebut Menteri KKP Jalankan Tugas Negara

Ali Mochtar Ngabalin memastikan bahwa lawatannya ke AS memang benar merupakan tugas kenegaraan yang diketahui juga oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 November 2020  |  18:10 WIB
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin. - Antara
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ke Amerika Serikat bertujuan baik.

Dia memastikan bahwa lawatan tersebut memang benar merupakan tugas kenegaraan yang diketahui juga oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentu saja Bapak Presiden [Jokowi] kan sudah memberikan press conference bahwa tugas-tugas yang dilakukan juga tugas negara. Kemudian Pak Edhy ini kan melakukan tugas-tugas yang tentu dengan planning beliau sebagai seorang menteri,” kata Ngabalin kepada awak media, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, lobi yang dilakukan oleh Menteri KKP sangat penting untuk membuka ruang komunikasi internasional, terutama terkait budi daya udang.

Adapun, dikutip dari unggahan akun Instagram pribadi sang Menteri KKP @edhy.prabowo, Sabtu (21/11/2020), salah satu agenda dalam lawatannnya ke AS adalah menyaksikan kerja sama antara KKP dan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University.

Ihwal kerja sama tersebut, Ali mengatakan bahwa Hawai adalah pusat pengembangan indukan udang Vaname dimana Indonesia harus belajar dari sana.

“Jadi langkah-langkah yang dilakukan Pak Edy luar biasa. Hebat deh sebagai seorang menteri punya misi seperti itu saya bangga dan kagum,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi terciduk satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membeberkan bahwa penangkapan tidak hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga di Jakarta dan Depok, Jawa Barat.

"Rabu (25/11/2020) KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi diantaranya Jakarta dan Depok Jabar termasuk di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 00.30 WIB," kata Ali lewat pesan singkat, Rabu (25/11/2020).

KPK juga memastikan mengamankan 17 orang termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi.

Selain itu, nama Ngabalin termasuk dalam daftar manifest penumpang yang satu pesawat dengan Menteri KKP Edhy prabowo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kkp ngabalin edhy prabowo
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top