Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinolog: Indonesia Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

Sembilah puluh tujuh persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir, mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 November 2020  |  13:36 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang proses vaksinasi Covid-19 yang rencananya mulai dilaksanakan tahun 2021, vaksinolog menyebut bahwa Indonesia sudah memiliki kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang baik untuk melaksakanan vaksinasi.

Vaksinolog dokter Dirga Sakti Rambe menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi vaksin hingga ke pelosok, termasuk vaksin Covid-19 yang sedang ditunggu-tunggu.

Dijelaskan, bahwa vaksin adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus, karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius, kecuali vaksin polio yang minus 20 derajat Celcius.

“Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Tapi jangan khawatir, kita sudah berpengalaman dan kita sudah siap”, ujarnya, mengutip keterangan resmi KPCPEN, Senin (23/11/2020).

Dirga menjelaskan, Indonesia sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam memproduksi, mendistribusi, hingga mengimplementasikan vaksin. Sistem rantai dingin yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.

"Sembilah puluh tujuh persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir, mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua itu semua sudah siap," kata Dirga.

Terkait sumber daya manusia yang akan memberikan vaksinasi nantinya ke masyarakat, Indonesia telah memiliki 23.000 vaksinator yang terlatih.

Bahkan, vaksinator sudah dibekali pelatihan khusus oleh Kementerian Kesehatan, dan sebanyak 7.000 vaksinator yang sudah terlatih khusus.

“Saat ini di Indonesia ada sekitar 440.000 dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan yang semuanya saya yakin siap bergotong royong mensukseskan persiapan vaksinasi ini. Pada prinsipnya, kita ingin semua terlibat supaya vaksin ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat” jelasnya.

Kendati demikian, masyarakat masih perlu sedikit bersabar hingga hasil uji klinik fase III selesai dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar terlebih dahulu, sebelum vaksin Covid-19 bisa beredar di Indonesia.

“Dari data itu nanti ketahuan, berapa besar efektivitas vaksin Covid-19. Setelah itulah produsen mengajukan izin edar ke BPOM. Jadi, kalau vaksin sudah mendapat izin edar dari BPOM itu sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Kalau ada klaim efektivitas vaksin A sekian, itu tidak apa-apa, kita terima sebagai infomasi. Tapi efektivitas sesungguhnya kita terima nanti setelah proses uji klinik fase III selesai dilaporkan” terangnya.

Sampai vaksin siap, masyarakat diimbau untuk tetap harus melakukan segala upaya untuk mencegah tertular Covid-19. Bahkan, meskipun nantinya vaksin sudah beredar luas.

“Upaya 3M [memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak] itu harus terus kita lakukan. Vaksin itu untuk melengkapi pertahanan tubuh kita karena perlindungannya spesifik. Semua ini kita upayakan agar pandemi ini bisa kita kendalikan,” tutup Dirga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top