Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Dituduh Campur Tangan dalam Voting Kemenangan Joe Biden di Michigan

Presiden Donald Trump dituduh akan mencabut hak ratusan ribu pemilih yang sebagian besar berkulit hitam di Detroit dengan menekan pejabat lokal untuk menolak mengesahkan Joe Biden sebagai pemenang di Wayne County.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 21 November 2020  |  13:30 WIB
Masyarakat AS merayakan terpilihnya Joe Biden sebagai presiden di dekat Gedung Putih, Washington DC pada Sabtu (7/11/2020) - Bloomberg\r\n
Masyarakat AS merayakan terpilihnya Joe Biden sebagai presiden di dekat Gedung Putih, Washington DC pada Sabtu (7/11/2020) - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump dituduh akan mencabut hak ratusan ribu pemilih yang sebagian besar berkulit hitam di Detroit dengan menekan pejabat lokal untuk menolak mengesahkan Joe Biden sebagai pemenang di Wayne County.

Serangan hukum terhadap Trump terjadi ketika dua anggota parlemen Michigan yang bertemu dengannya di tengah upaya untuk membatalkan pemungutan suara untuk Biden.

Pertemuan anggota parlemen dengan Trump terjadi setelah reaksi bipartisan terhadap presiden dan pengacaranya, yang telah membahas upaya untuk membujuk legislatif menunjuk pemilih yang akan memilih Trump meskipun Biden menang.

"Inti dari strategi ini adalah mencabut hak pemilih di kota-kota yang didominasi kaum kulit hitam, termasuk Detroit, dengan memblokir sertifikasi hasil pemilihan dari kota-kota atau kabupaten di mana mereka berada," menurut pengaduan Organisasi Hak Kesejahteraan Michigan yang diajukan Jumat malam di pengadilan federal Washington seperti dikutip Bloomberg Sabtu (21/11/2020).

Dalam surat tersebut, mereka mengatakan taktik para tergugat mengulangi pelanggaran terburuk dalam sejarah. Pasalnya, orang kulit hitam Amerika ditolak bersuara dalam demokrasi Amerika dari dua abad pertama Republik.

Jenna Ellis, penasihat hukum senior untuk kampanye Trump, mengatakan tujuan kampanye tersebut adalah untuk memastikan pemilihan yang aman, terjamin, dan adil.

"Setiap orang Amerika berhak mengetahui bahwa pemilihan kami dilakukan dengan cara yang sah, tidak peduli siapa mereka atau di mana mereka tinggal," katanya dalam sebuah pernyataan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top